PENAJAM – Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) kembali mendapat perhatian dalam upaya peningkatan pelayanan gizi masyarakat. Sekretaris Daerah (Sekda) PPU, Tohar, menyampaikan bahwa daerahnya mendapat dua alokasi baru berdasarkan Surat Keputusan Bersama (SKB) antara Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Menteri Pekerjaan Umum (PU), dan Menteri Dalam Negeri (Kemendagri).
“Ketika kita berbicara surat keputusan bersama antara kepala BGN kemudian menteri PU dan Kementerian Dalam Negeri itu, PPU mendapatkan dua alokasi. Satu di Nipah-Nipah Kecamatan Penajam, dan satu lagi di Labangka Kecamatan Babulu,” ujar Tohar, Rabu (22/10/2025).
Penandatanganan SKB tersebut dilakukan oleh Kepala BGN, Dadan Hindayana, Menteri PU Dody Hanggodo, dan Mendagri Tito Karnavian di Kantor Badan Gizi Nasional pada 18 September 2025. Keputusan ini menetapkan daftar lokasi pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di berbagai daerah, termasuk Kabupaten PPU.
Tohar mengungkapkan, setelah penetapan SKB, telah dilakukan sejumlah asesmen teknis oleh Kementerian Pekerjaan Umum wilayah Kalimantan Timur.
“Nah kemarin sudah dilakukan asesmen teknis. Ini sudah asesmen yang ketiga, dan yang terakhir dilakukan oleh kawan-kawan dari Kementerian PU wilayah Kalimantan Timur,” jelasnya.
Lebih lanjut, Tohar menyebut bahwa hingga saat ini PPU sudah memiliki tiga SPPG aktif.
“Satu itu SPPG Bumi Harapan di Kecamatan Sepaku, kemudian SPPG Gunung Steleng dan SPPG Penajam Satu di Kecamatan Penajam,” terangnya.
Tiga satuan pelayanan tersebut, kata Tohar, telah memberikan manfaat bagi 5.664 kelompok sasaran penerima manfaat. Namun, cakupan itu masih akan terus diperluas seiring dengan rencana operasional SPPG Mitra yang sedang dalam tahap persiapan.
“Mudah-mudahan nanti ada SPPG Mitra yang akan segera beroperasi lagi sehingga cakupan-cakupan ini bisa terus dikembangkan secara bertahap. Dari versi kita, inisiasi kita, konsep dasarnya nanti akan diintegrasikan ke unit sekolah, mudah-mudahan juga bisa terlaksana,” ujarnya.
Tohar menambahkan, kerja sama antara BGN dengan mitra pelaksana di daerah menjadi bagian penting dalam memperluas akses layanan gizi masyarakat. “Yang sudah berjalan ini SPPG Mitra antara BGN dengan mitranya masing-masing,” pungkasnya.
Editor : Muhammad Ridhuan