Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Program Makan Bergizi Gratis Siap Meluas di Babulu, Dua SPPG Baru Segera Beroperasi

Ahmad Maki • Minggu, 26 Oktober 2025 | 08:10 WIB

Pelajar mulai dari jenjang PAUD hingga SMP di Kecamatan Babulu bakal segera menikmati program MBG.
Pelajar mulai dari jenjang PAUD hingga SMP di Kecamatan Babulu bakal segera menikmati program MBG.

KALTIMPOST.ID, PENAJAM – Dalam waktu dekat, pelajar dari jenjang PAUD hingga SMP di Kecamatan Babulu bakal menikmati layanan gizi yang lebih baik. Upaya ini menjadi bagian dari langkah pemerintah memperluas jangkauan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU).

Penambahan fasilitas penunjang tengah dilakukan agar distribusi makanan sehat dapat menjangkau lebih banyak siswa. Program ini diharapkan tidak hanya meningkatkan asupan gizi anak sekolah, tetapi juga mendukung tumbuh kembang generasi muda di daerah.

Baca Juga: Kader PKK PPU Dapat Sentuhan Baru: Pelatihan Pengembangan Diri Bikin Semangat dan Inspiratif

Badan Gizi Nasional (BGN) berencana menambah dua Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kecamatan Babulu sebagai bagian dari penguatan pelaksanaan program MBG.

Kepala Bidang Pembinaan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Pendidikan Nonformal (PNF) Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) PPU, Durajat, menyebutkan bahwa perluasan cakupan program MBG akan dilakukan dalam waktu dekat.

“Dalam waktu dekat ada perluasan cakupannya. Rencananya akan ada tambahan SPPG untuk pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis,” ujar Durajat, Jumat (24/10/2025).

Saat ini, dua SPPG di Babulu telah disiapkan dan ditargetkan melayani sekitar 1.000 siswa per titik dalam radius enam kilometer. Menurut Durajat, jarak tersebut masih ideal agar distribusi makanan bisa dilakukan dalam waktu tempuh maksimal sekitar 20 menit.

“Kalau 1.000 siswa bisa terlaksana dengan baik, nanti bisa ditambah lagi porsinya secara bertahap,” katanya.

Perluasan SPPG tak hanya dilakukan di Babulu. Persiapan titik-titik baru juga terus dikebut di wilayah lain. Berdasarkan informasi dari Badan Gizi Nasional, total rencana titik SPPG di wilayah PPU dan Kabupaten Paser mencapai sekitar 20 lokasi, meningkat dua kali lipat dari sebelumnya yang hanya 10 titik.

Durajat menjelaskan, beberapa calon SPPG baru telah disurvei dan dinilai siap beroperasi karena memiliki fasilitas pendukung seperti gedung dan kendaraan operasional. Namun, fokus utama tetap pada kualitas menu yang diterima siswa.

Baca Juga: Tiga Daerah Sepakat Perkuat Kolaborasi Tekan Inflasi, Jaga Ketahanan Pangan

“Kami fokus memastikan menu yang disajikan sehat dan layak. Dari hasil pemantauan, menu yang diterima anak-anak sudah sangat baik,” jelasnya.

Ia menambahkan, pelaksanaan program MBG di Kabupaten PPU relatif mudah dijangkau karena wilayahnya terdiri dari empat kecamatan dan tidak termasuk kategori 3T (terdepan, terpencil, tertinggal).

“PPU tidak ada yang terpencil. Dulu mungkin Sepaku dianggap jauh, tapi sekarang sudah ada Ibu Kota Nusantara (IKN). Jadi, distribusi makanan bergizi ini seharusnya tidak ada kendala berarti,” pungkas Durajat. (*)

 
Editor : Ery Supriyadi
#Makan Bergizi Gratis (MBG) #pendidikan nonformal #paud #Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi #daerah 3t #SPPG