KALTIMPOST.ID-Fluktuasi harga komoditas pangan di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) menunjukkan tren yang bervariasi menjelang awal November.
Berdasarkan data harga pasar per 31 Oktober 2025, terjadi penurunan harga yang cukup drastis pada komoditas cabai, sementara harga bahan pokok penting lainnya seperti daging sapi, minyak goreng, dan gula pasir terpantau stabil.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan (Disketapang) PPU, Mulyono, menyatakan bahwa pergerakan harga ini merupakan dinamika pasar biasa yang dipengaruhi oleh pasokan dan permintaan.
Baca Juga: Daftar 23 Kosmetik Berbahaya Terbaru BPOM, Waspadai Ciri Gangguan Kesehatan Akibat Pemakaian
“Kami terus memantau harga harian, dan per 31 Oktober kemarin, kabar baiknya adalah harga cabai, terutama cabai merah besar, mengalami penurunan signifikan. Ini tentu meringankan beban belanja rumah tangga,” kata Kepala Disketapang PPU, Mulyono, Senin (3/11).
Penurunan tajam pada komoditas cabai menjadi sorotan utama dengan adanya koreksi harga yang tajam. Cabai merah besar mengalami penurunan harga paling signifikan, anjlok hingga 27,08 persen atau sebesar Rp 13.000, dari harga sebelumnya menjadi Rp 35.000 per kilogram.
Cabai rawit merah juga turun sebesar 4,46 persen (Rp 1.167) menjadi Rp 25.000. Cabai merah keriting turun 8,11 persen (Rp 2.500) menjadi Rp 28.333 per kilogram. Penurunan harga pada jenis cabai ini mengindikasikan surplus pasokan dari sentra produksi lokal maupun daerah pemasok.
Di tengah penurunan harga cabai, beberapa komoditas vital terpantau stabil, menunjukkan ketahanan stok di PPU. Daging sapi murni Rp 150.000 per kilogram atau stabil. Gula konsumsi Rp 18.667 atau stabil.
Baca Juga: Kerap Nama Kajari Dicatut, Bupati Fahmi Langsung Sampaikan Ini ke Kajari Baru Paser
Beras SPHP Rp 13.000 atau stabil. Garam konsumsi Rp 10.000 atau stabil. Selain komoditas tersebut, harga minyak goreng kemasan juga hanya mengalami penurunan tipis sebesar 3,03 persen menjadi Rp 21.333.
Sementara itu, Minyakita, minyak goreng subsidi, justru naik tipis 1,33 persen menjadi Rp 19.000. Mulyono juga mencatat adanya kenaikan harga pada beberapa komoditas, meskipun persentasenya tidak terlalu ekstrem.
Telur ayam ras naik sebesar 4,00 persen (Rp 1.250) menjadi Rp 32.500. Ikan kembung naik 3,85 persen (Rp 1.667) menjadi Rp 45.000. Beras medium mengalami kenaikan sebesar 5,16 persen (Rp 724) menjadi Rp 14.767. Daging ayam ras naik 2,00 persen (Rp 733) menjadi Rp 37.333.
Mulyono mengimbau masyarakat agar tetap berbelanja secara bijak dan tidak melakukan panic buying menyikapi fluktuasi harga.
“Meskipun ada kenaikan pada beras medium dan telur, secara umum harga masih dalam batas wajar. Kami akan terus berkoordinasi dengan distributor dan produsen untuk memastikan ketersediaan dan stabilitas harga, terutama menjelang momen hari besar keagamaan atau akhir tahun,” pungkasnya.
Data ini menunjukkan bahwa kondisi pasar di PPU saat ini cenderung stabil dengan tekanan deflasi yang kuat dari sektor cabai, namun perlu diwaspadai potensi kenaikan pada komoditas protein dan beras.(*)
Editor : Thomas Priyandoko