Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Kadis Pariwisata Kaltim Dorong Festival Belian Nondoi Jadi Agenda Unggulan Nasional

Ahmad Maki • Senin, 3 November 2025 | 20:11 WIB
FESTIVAL: Kadis Pariwisata Kaltim, Ririn Sari Dewi menghadiri pembukaan Festival Budaya Belian Adat Paser Nondoi 2025.
FESTIVAL: Kadis Pariwisata Kaltim, Ririn Sari Dewi menghadiri pembukaan Festival Budaya Belian Adat Paser Nondoi 2025.

KALTIMPOST.ID, PENAJAM — Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), Ririn Sari Dewi, menghadiri pembukaan Festival Budaya Belian Adat Paser Nondoi 2025 yang dipusatkan di Rumah Adat Kuta Rekan Tatau, Penajam Paser Utara (PPU), Senin (3/11/2025).

Dalam kesempatan itu, Ririn menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya festival budaya tahunan yang menurutnya memiliki nilai penting dalam pelestarian adat dan penguatan identitas masyarakat Paser.

Ia menyebutkan bahwa Festival Belian Nondoi tahun ini mengusung konsep kebhinekaan, sejalan dengan semangat Bhinneka Tunggal Ika yang menjadi ciri khas budaya Indonesia.

“Konsep acaranya luar biasa karena mengusung Bhinneka Tunggal Ika. Festival Nondoi ini memang layak diusulkan sebagai bagian dari Kharisma Event Nusantara. Nilai-nilai adatnya masih sangat kuat dan menjadi daya tarik tersendiri bagi wisata budaya,” ujar Ririn.

Ia juga berharap agar ke depan, festival budaya unggulan PPU ini lebih banyak melibatkan pelaku UMKM dan ekonomi kreatif (ekraf), agar manfaat ekonomi dari kegiatan kebudayaan bisa dirasakan secara lebih luas oleh masyarakat.

“Event seperti ini memberi kesempatan bagi pelaku ekonomi kreatif dan seni budaya untuk ikut memeriahkan. Kita ingin prosesi adat seperti ini bisa terus berkelanjutan, sustainable, agar generasi muda juga tahu dan mencintai adat-istiadat yang dimiliki daerahnya,” jelasnya.

Menurut Ririn, kebudayaan lokal di PPU memiliki kekuatan tersendiri karena mampu mencakup berbagai unsur masyarakat. “Budaya di sini bagus sekali. Di PPU, budaya menjadi salah satu komite kerakyatan, dan ekonomi kreatifnya juga sudah mulai tumbuh. Ini harus terus dikembangkan,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa dukungan Pemerintah Provinsi Kaltim terhadap kegiatan kebudayaan di daerah tetap berjalan, meskipun dengan efisiensi anggaran.

“Itulah pentingnya kolaborasi. Tadi juga disampaikan bahwa kegiatan ini bisa terselenggara berkat dukungan semua pihak, baik pemerintah, komunitas, paguyuban, hingga pelaku ekraf yang ikut meramaikan dan menyukseskan kegiatan adat ini,” tutur Ririn.

Ia menutup dengan penegasan bahwa ritual-ritual adat seperti Belian Nondoi memiliki makna mendalam bagi masyarakat, terutama dalam doa keselamatan dan keberkahan panen.

“Ritual adat seperti ini adalah warisan murni yang dipelihara dari dulu sampai sekarang. Ini bukan sekadar tradisi, tapi doa untuk keselamatan daerah dan kesejahteraan masyarakatnya,” pungkasnya. (*)

Editor : Nugroho Pandu Cahyo
#Adat Paser #dinas pariwisata #belian paser nondoi #festival budaya