KALTIMPOST.ID, PENAJAM—Festival Permainan Tradisional Back to 80’s resmi ditutup Bupati Penajam Paser Utara (PPU), Mudyat Noor, kemarin.
Kegiatan itu dipusatkan di Halaman Rumah Adat Kuta Rekan Tatau, selama tiga hari, sejak 5-7 November. Permainan tradisional Back To 80’s merupakan bagian dari rangkaian Festival Budaya Belian Adat Paser Nondoi tahun ini yang berlangsung pada lokasi yang sama.
Mudyat Noor mengatakan, kegiatan itu bukan sekadar ajang nostalgia, tetapi juga sarana pembelajaran bagi masyarakat untuk menanamkan kembali nilai-nilai positif permainan tradisional di tengah kehidupan modern.
“Melalui festival tersebut, kami belajar bahwa bermain tidak selalu harus dengan gawai. Anak-anak bisa berinteraksi langsung, merasakan kebersamaan, dan belajar nilai sosial dari permainan tradisional,” ujar Mudyat.
Dia juga menyampaikan rasa bangganya atas antusiasme masyarakat selama kegiatan berlangsung. “Tawa anak-anak, semangat para orang tua, dan kekompakan panitia, menjadi bukti bahwa semangat gotong royong masih hidup di tengah kita,” ucapnya.
Dalam kesempatan itu, Mudyat memberikan apresiasi kepada seluruh panitia, relawan, juri, sponsor, dan peserta atas dedikasi mereka dalam menyukseskan festival. Dia berharap kegiatan semacam itu terus berlanjut sebagai upaya melestarikan budaya bangsa.
“Selamat kepada para pemenang. Bagi yang belum menang, jangan berkecil hati. Nilai sejati dari festival bukan pada piala atau hadiah, melainkan pada semangat kebersamaan dalam melestarikan budaya permainan tradisional,” tambahnya.
Mudyat secara resmi menutup kegiatan dengan harapan agar tradisi dan permainan rakyat tetap dijaga dan tetap lestari oleh generasi muda.
“Festival Permainan Tradisional Back to 80’s saya nyatakan resmi ditutup,” pungkasnya.
Editor : Dwi Restu A