PENAJAM - Kepala Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) Andi Trasodiharto, menyampaikan, capaian sektor pertanian pada musim ini menunjukkan perkembangan menggembirakan. PPU berhasil mengejar target hingga masa tanam ketiga (MT3), yang selama ini dikenal sebagai fase tanam paling menantang dan jarang tercapai secara optimal.
“Ini juga menjadi sebuah prestis bahwa di musim saat ini PPU sudah bisa mengejar target tanam sampai masa tanam ketiga,” ujar Andi, Jumat (14/11/2025).
Meski demikian, ia menegaskan bahwa keberhasilan MT3 masih sangat bergantung pada kondisi cuaca. Ketidakpastian curah hujan menjadi tantangan utama, terutama karena sebagian wilayah memiliki kondisi lahan yang cenderung kering.
Selain faktor cuaca, Andi menilai meningkatnya harga gabah turut menjadi pendorong semangat petani dalam menggarap lahan. Dengan harga gabah yang kini mencapai sekitar Rp 6.500 per kilogram, petani merasa lebih yakin untuk menanam karena memiliki jaminan nilai jual yang stabil.
Dengan kombinasi antara upaya pemerintah dan meningkatnya optimisme petani, Distan PPU berharap tren positif ini dapat terus berlanjut hingga akhir musim tanam.
“Ketika gabah sudah harga Rp 6.500, maka petani ini sudah enggak ragu-ragu lagi untuk menanam. Beberapa tahun yang lalu jaminan gabah ini belum begitu normal, sehingga banyak lahan yang termarginalkan atau dibiarkan kosong. Sekarang tidak ada lagi lahan-lahan seperti itu, karena para petani terpacu,” jelasnya.
Andi mencontohkan kawasan Tanjung Tengah yang sebelumnya banyak dipenuhi belukar, kini telah berubah menjadi areal persawahan aktif berkat kerja keras para petani yang makin bersemangat menggarap sawah.
“Coba dilihat ke kawasan Tanjung Tengah, sudah enggak ada lagi belukar-belukar. Itu sudah digarap jadi sawah karena ada jaminan harga gabah yang bersahabat bagi petani,” pungkasnya. (*)