KALTIMPOST.ID, PENAJAM -Keresahan mendalam mencakup sejumlah ibu rumah tangga di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) menyusul tersebarnya pesan suara (voice note atau VN) berantai yang mengabarkan adanya indikasi penculikan anak telah memasuki wilayah tersebut. Kelurahan Gunung Seteleng menjadi titik fokus utama penyebaran informasi yang tidak terverifikasi ini.
Pesan suara tersebut, yang disebarkan secara cepat dari telepon genggam ke telepon genggam, berisi imbauan mendesak agar warga meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak mereka dan meningkatkan kewaspadaan terhadap pendatang baru.
Isi VN yang kini menjadi perbincangan utama di kalangan warga, khususnya para ibu, memuat seruan agar seluruh Ketua RT dan warga waspada. Meskipun pengirim VN mengakui informasi tersebut mengagetkan, ia tetap meminta kerja sama dari masyarakat.
Berikut adalah transkrip lengkap pesan suara yang beredar yang juga diperoleh media ini, Selasa (18/11) dari sebuah grup WhatsApp (WA) sekira pukul 11.29 Wita.
" Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, selamat malam dan salam sejahtera buat kita semua. Bapak Ibu, Ketua RT, seluruhnya di Kelurahan Gunung Steling, kami mohon untuk . ke warga-warganya agar berhati-hati untuk mengawasi anak-anak kita, karena ada indikasi salinanan anak yang sudah masuk ke Kebupaten Penajam."
“Jadi kami berharap kepada Bapak Ibu untuk selalu mengawasi dan kerjasamanya kepada warga dan keluarga untuk saling menjaga anak-anak kita apabila ada orang yang tidak kita kenal di lingkungan kita masing-masing.”
"Kami mohon kepada Bapak Ibu RT untuk selalu waspada kepada pendatang baru ataupun yang lama untuk pendatang-pendatang itu kita deteksi lah, jangan kita biarkan. Ini saya dapat informasi juga mengagetkan sih sebenarnya. Tapi kami mohon kerjasamanya lah untuk menjaga lingkungan kita masing-masing."
"Terima kasih dan saya akhiri. Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, selamat malam dan salam sejahtera buat kita semua."
Warga Diimbau Waspada, Aparat Diminta Klarifikasi
Baca Juga: Hilangnya Alvaro Kiano, Kisah Delapan Bulan Pencarian Tanpa Henti di Pesanggrahan
Keresahan ibu-ibu meningkat karena VN tersebut secara spesifik Menyebutkan wilayah PPU dan Kelurahan Gunung Seteleng di Kecamatan Penajam sebagai lokasi yang terindikasi masuki pelaku. Pesan ini secara efektif mendorong peningkatan pengawasan orang tua terhadap aktivitas anak-anak di luar rumah.
permintaan dalam VN agar Ketua RT mendeteksi dan tidak membiarkan pendatang baru berpotensi menciptakan ancaman di lingkungan masyarakat.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada konfirmasi resmi dari Polres PPU maupun Pemerintah Kabupaten (Pemkab) PPU mengenai kebenaran informasi rahasia dan anak yang disebutkan dalam pesan suara berintai tersebut. Informasi yang disebarkan melalui VN, tanpa sumber resmi yang jelas, dipecah menjadi rumor atau informasi yang belum terverifikasi (unverified rumor).
Baca Juga: Hilangnya Alvaro Kiano, Kisah Delapan Bulan Pencarian Tanpa Henti di Pesanggrahan
Meskipun demikian, meluasnya keresahan ini menunjukkan betapa pentingnya kepedulian kolektif masyarakat. Pihak kepolisian dan pemerintah daerah kini didesak untuk segera memberikan klarifikasi resmi kepada publik.
Klarifikasi ini diharapkan dapat menenangkan warga, sekaligus memberikan panduan resmi tentang langkah-langkah keamanan yang harus diambil, serta mencegah penyebaran berita bohong yang dapat menimbulkan kekhawatiran massal.
Media ini telah menghubungi Kasi Humas Polres PPU, Aipda Syafruddin untuk mendapatkan kejelasan terkait VN ini, namun belum mendapatkan jawaban. (*)
Editor : Uways Alqadrie