KALTIMPOST.ID, PENAJAM – Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Andi Singkerru, menyampaikan laporan pelaksanaan Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) Kalimantan Timur (Kaltim) XVII, dalam acara pembukaan resmi yang digelar di Alun-Alun Kantor Bupati PPU, Kamis (20/11/2025).
Ia menegaskan bahwa Popda menjadi momentum penting untuk membangun prestasi atlet pelajar sekaligus memperkuat persatuan generasi muda.
Menurutnya, penyelenggaraan Popda berlandaskan sejumlah regulasi, mulai dari Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2022 tentang Keolahragaan, Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2007 tentang Penyelenggaraan Pekan dan Kejuaraan Olahraga, hingga Peraturan Daerah Provinsi Kaltim Nomor 5 Tahun 2016.
“Peraturan daerah ini memberi mandat kepada pemerintah provinsi untuk menyelenggarakan Popda,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa Popda berfungsi sebagai wadah kompetisi bagi atlet pelajar, sekaligus bertujuan menjaring bibit muda berbakat untuk dibina menuju prestasi lebih tinggi.
“Kegiatan ini untuk meningkatkan prestasi olahraga, mengembangkan sumber daya lokal, serta menumbuhkan sportivitas. Popda juga menjadi ajang evaluasi pembinaan prestasi pelajar yang telah berjalan,” katanya.
Tahun ini, Popda mengusung tema “Kolaborasi Prestasi Olahraga Mewujudkan Generasi Emas”, berlangsung di PPU pada 20–27 November 2025.
Sebanyak 16 cabang olahraga dipertandingkan, ditambah dua cabor eksebisi, yakni Pickleball dan Woodball.
Sejumlah cabang bahkan telah mulai dipertandingkan sebelum pembukaan, seperti atletik, pencak silat, taekwondo dan karate.
Untuk pelaksanaan pertandingan, PPU menyiapkan berbagai venue, di antaranya Stadion Panglima Sentik sebagai lokasi pelaksanaan cabang atletik dan sepak bola, Dome Anden Oko tempat cabor bola voli dan pencak silat, bulutangkis di Gedung Serbaguna Gunung Steleng dan pickleball di Lapangan Tenis PPU.
Lalu cabor basket berlangsung di Gedung Graha Pemuda, panahan di area depan Masjid Polres PPU, dan tinju di Alun-Alun Penyembolun, woodball dalam Lapangan Kompi C.
"Empat cabor lainnya digelar di luar daerah, yaitu karate dan judo di Balikpapan, senam di Samarinda, serta renang di Kutai Kartanegara," katanya.
Andi menyebut, total 2.236 kontingen dari 10 kabupaten dan kota di Kaltim ambil bagian.
"Di antaranya, kontingen PPU 268 peserta, Paser 352, Balikpapan 322, Samarinda 375, Berau 192, Bontang 274, Mahakam Ulu 57, Kukar 303, Kubar 74, dan Kutim 192," urainya.
Para atlet pelajar akan memperebutkan 253 medali sepanjang gelaran Popda XVII.
Dari sisi pendanaan, lanjut Andi, bersumber dari APBD PPU melalui DPA Disdikpora tahun anggaran 2025, serta APBD Provinsi Kaltim melalui DPA Dispora Kaltim.
Andi menyampaikan harapannya agar Popda tahun ini tidak hanya sukses pelaksanaan, tetapi juga sukses prestasi.
“Kami berharap Popda menjadi ajang untuk menjaring dan membina atlet-atlet pelajar yang dapat berprestasi di tingkat provinsi, nasional, bahkan internasional,” ujarnya.
Ia juga berpesan kepada seluruh atlet dan official untuk menjaga sikap, etika, dan sportivitas.
“Popda merupakan alat pemersatu bagi pelajar dan masyarakat. Momentum ini harus menjadi sarana mempererat persaudaraan antarpeserta dari berbagai daerah di Kaltim,” tegasnya. (*)
Editor : Duito Susanto