Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

PPU Produsen Rumput Laut Sangu-Sangu, Potensi Komoditas Unggulan Bernilai Tambah

Ahmad Maki • Rabu, 26 November 2025 | 15:03 WIB

Kabid Perikanan Budi Daya dan Lingkungan, Diskan PPU, Musakkar.
Kabid Perikanan Budi Daya dan Lingkungan, Diskan PPU, Musakkar.

PENAJAM – Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) dinilai memiliki peluang besar untuk mengembangkan rumput laut sangu-sangu sebagai komoditas bernilai tambah tinggi. Potensi ini semakin terbuka seiring produksi tahunan yang stabil mencapai sekitar tujuh ribu ton.

“Produksi kita masih hulu, artinya baru berupa rumput laut kering. Belum sampai tahap olahan,” ujar Kepala Bidang (Kabid) Perikanan Budi Daya dan Lingkungan, Dinas Perikanan (Diskan) PPU, Musakkar, Selasa (25/11/2025).

Selama ini, lanjutnya, rumput laut sangu-sangu hasil budidaya di PPU langsung terserap pasar tanpa menyentuh tahap pengolahan lanjutan. Kondisi itu membuat peluang untuk menciptakan produk turunan berdaya saing masih sangat besar.

Musakkar menjelaskan bahwa tingginya permintaan menyebabkan petambak belum sempat mengembangkan model pemberdayaan atau diversifikasi produk. “Hasil keringannya sudah cukup baik, alhamdulillah. Namun, untuk pemberdayaan dan olahan tambahan belum sempat karena setiap habis panen, produknya langsung terjual,” jelasnya.

Musakkar menilai minat petambak terhadap budidaya rumput laut terus meningkat, terutama dengan penerapan sistem polikultur. Kombinasi antara rumput laut dan ikan bandeng memberikan dua keuntungan sekaligus rumput laut membantu menjaga kualitas air tambak, sementara sebagian hasilnya bisa menjadi pakan alami bagi bandeng.

Baca Juga: KUKM Perindag PPU Gelar Operasi Pasar Jelang Nataru, Antisipasi Lonjakan Harga Pangan

“Budi daya sistem polikultur ini dinilai dapat meningkatkan pendapatan petani tambak,” tuturnya. Dengan manfaat tersebut, rumput laut sangu-sangu memiliki peluang besar untuk diperluas sebagai basis usaha tambak terpadu, sekaligus meningkatkan produktivitas sektor perikanan budidaya daerah.

Saat ini, sebagian besar rumput laut dari PPU dipasok ke perusahaan di Pulau Jawa sebagai bahan baku industri kosmetik. Musakkar menuturkan, karakteristik rumput laut tambak di PPU lebih cocok untuk kebutuhan tersebut dibandingkan produksi untuk pangan olahan seperti agar-agar.

“Kalau untuk agar-agar, itu berasal dari rumput laut yang tumbuhnya memang laut. Sementara produksi rumput laut kami dalam sistem tambak, sehingga lebih cocok sebagai bahan baku kosmetik,” tambahnya.

Baca Juga: Pembangunan Kantor Disdikpora PPU Capai 95 Persen: Target Berfungsi Desember  

Produksi terbesar berasal dari Babulu Laut, sedangkan wilayah Labangka masih menyumbang sebagian kecil karena kapasitas budidayanya terbatas. Meski produksi sudah tinggi, Musakkar menegaskan bahwa potensi hilirisasi rumput laut sangu-sangu masih terbuka luas. Pengembangan industri kecil menengah, pengolahan pascapanen, hingga produk kosmetik berbasis lokal bisa menjadi langkah strategis meningkatkan nilai tambah ekonomi daerah.

Musakkar mengatakan, dengan tingginya produksi dan peluang pasar yang terus berkembang, rumput laut sangu-sangu dipandang sebagai komoditas yang berpotensi menjadi salah satu motor penggerak ekonomi baru di PPU melalui pengembangan industri hilir yang lebih kuat. “Kami berharap semakin banyak petambak yang berminat membudidayakan rumput laut sehingga memberikan kesejahteraan bagi masyarakat,” ujarnya. (*/riz)

Editor : Muhammad Rizki
#Penajam Paser Utara (PPU) #rumput laut