Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Harga Bahan Pokok di PPU Bergerak Dinamis Jelang Akhir November, Beras dan Ikan Turun, Minyak Goreng Naik Signifikan

Ari Arief • Minggu, 30 November 2025 | 16:49 WIB

 

HARGA: Jelang akhir November 2025 harga beras di pasar PPU cenderung turun.
HARGA: Jelang akhir November 2025 harga beras di pasar PPU cenderung turun.
KALTIMPOST.ID,PENAJAM -Pergerakan harga sejumlah komoditas bahan pokok di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) menunjukkan tren yang dinamis menjelang akhir November 2025.

Data dari Dinas Ketahanan Pangan (Disketapang) PPU per 28 November mencatat adanya penurunan harga pada komoditas utama seperti beras dan beberapa jenis ikan, namun disisi lain terjadi kenaikan yang cukup signifikan pada harga minyak goreng kemasan.

Kabar baik datang dari harga beras yang mengalami koreksi harga. Beras medium mengalami penurunan terbesar hingga -8,78% atau turun sekitar Rp 1.279 menjadi Rp 13.288 per kilogram. Sementara itu, beras premium juga turun -2,47% atau Rp 390 menjadi Rp 15.400 per kilogram.

Sektor perikanan juga mencatat penurunan harga yang tajam. Ikan tongkol anjlok -14,29% atau turun Rp 4.167, menjadi Rp 25.000 per kilogram. Ikan bandeng turun -8,23% atau Rp 2.600 menjadi Rp 29.000 per kilogram.

Baca Juga: Cabai Merah di PPU Anjlok 27 Persen, Disketapang Sebut Waktunya Ibu-ibu Hemat!  

Selain itu, komoditas penting lainnya seperti gula konsumsi turun -4,00% menjadi Rp 18.000 per kilogram, dan daging ayam ras turun -1,80% menjadi Rp 36.333 per kilogram. Penurunan ini diharapkan dapat sedikit meringankan daya beli masyarakat PPU.

Minyak Goreng Kemasan Melambung Tinggi

Di tengah tren penurunan, harga minyak goreng kemasan justru mencatatkan kenaikan yang mencolok sebesar +6,98%, dengan kenaikan harga sebesar Rp 1.500 per liter, menembus angka Rp 23.000 per liter.

Peningkatan ini menjadi perhatian utama mengingat minyak goreng merupakan salah satu kebutuhan rumah tangga yang paling esensial. Kenaikan minor juga terjadi pada tepung terigu (curah) sebesar +2,56% menjadi Rp 10.000 per kilogram, dan ikan kembung yang naik tipis +2,66% menjadi Rp 45.000 per kilogram.

Sementara itu, beberapa komoditas penting lainnya seperti daging sapi murni (Rp 150.000), telur ayam ras (Rp 30.000), dan beras SPHP (Rp 13.000) terpantau stabil tanpa perubahan harga yang signifikan dalam periode pelaporan ini.

Baca Juga: Stok Pangan PPU Dijamin Aman Jelang Musim Kemarau, Disketapang: Beras Surplus hingga 10 Bulan

Pemerintah PPU Diminta Waspadai Inflasi Mini

Analis ekonomi lokal menyarankan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) PPU melalui DKP dan OPD terkait untuk terus memasyarakatkan pergerakan harga, terutama pada komoditas yang mengalami penyiaran seperti minyak goreng.

Meskipun terjadi penurunan harga pada komoditas lain, kenaikan signifikan pada salah satu bahan pokok dapat memicu “inflasi mini” yang dampaknya dirasakan rendah oleh rumah tangga.

"Tertunda untuk mengidentifikasi penyebab kenaikan harga minyak goreng ini, apakah karena faktor distribusi, stok, atau permintaan. Intervensi pasar yang mungkin diperlukan agar harga kembali stabil menjelang momen akhir tahun," ujar seorang pengamat ekonomi di PPU. (*)

Editor : Uways Alqadrie
#komoditas #harga #ppu #beras #ikan