Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Wabup PPU Abdul Waris Pimpin Upacara HUT Ke-80 PGRI: Komitmen Penuhi Hak Para Guru

Ahmad Maki • Selasa, 2 Desember 2025 | 12:05 WIB

 

Abdul Waris Muin bersama para guru PPU.         
Abdul Waris Muin bersama para guru PPU.     

PENAJAM - Wakil Bupati Penajam Paser Utara (PPU), Abdul Waris Muin memimpin upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-80 Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) di Alun-Alun Kantor Bupati PPU, Selasa (2/12/2025).

Dalam acara yang dihadiri sekitar 3.500 guru dari seluruh wilayah PPU itu, Waris menyampaikan apresiasi mendalam atas dedikasi para pendidik.

“Saya mengapresiasi karena yang datang hari ini 3.500 guru se-Kabupaten Penajam Paser Utara. Kita tidak bisa ada seperti sekarang kalau bukan karena kontribusi guru,” ujarnya, ditemui usai kegiatan. 

Waris menyebutkan, peringatan HUT PGRI tahun ini sejalan dengan tagline nasional dari Kementerian Pendidikan, yaitu “Guru Hebat Indonesia Kuat.”

Menurutnya, pemerintah pusat tengah menyiapkan berbagai perubahan kebijakan yang lebih berpihak kepada guru, termasuk potensi pengambilalihan urusan sertifikasi guru oleh pemerintah pusat agar pelaksanaannya lebih efektif dan merata.

“Kalau saya melihat, kewenangan dan kewajiban memenuhi hak para guru itu kemungkinan besar akan dipenuhi pemerintah pusat. Artinya semua kegiatan yang terkait dengan pendidikan,” terangnya.

Ia juga menyoroti pesan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) soal digitalisasi melalui penggunaan smart board yang masuk dalam agenda nasional menuju Smart City.

“Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto juga mencanangkan Smart City untuk seluruh kabupaten kota di Indonesia. Bukan hanya kota besar, tapi sampai pelosok agar semua bisa menikmati smart board,” tambahnya.

Dalam momentum peringatan ini, Waris Muin menekankan pentingnya peningkatan kesejahteraan guru, baik yang masih aktif maupun yang telah memasuki masa purna tugas.

“Guru harus ditingkatkan kesejahteraannya. Apapun bentuknya, guru tidak boleh kita abaikan. Karena dari gurulah lahir manusia-manusia hebat,” tegasnya.

Waris mengaku prihatin melihat kondisi beberapa guru yang telah puluhan tahun mengabdi namun belum mendapatkan perhatian yang memadai.

“Bayangkan, dari empat guru yang purna tugas tadi, ada yang mengabdi 32 tahun, 22 tahun, 27 tahun, bahkan 40 tahun. Guru kita tidak boleh diabaikan,” ucapnya.

Ia turut mengapresiasi semangat para guru yang tetap hadir meski hujan rintik mengguyur lokasi upacara.

“Hujan rintik pun mereka masih antusias datang. Ini memori silaturahmi yang tidak bisa terpisahkan,” katanya.

Meski kondisi anggaran daerah mengalami efisiensi, Waris Muin memastikan bahwa insentif untuk guru tetap dijalankan. Menurutnya, Bupati PPU Mudyat Noor juga telah menegaskan hal yang sama.

Ia sempat menyinggung ketimpangan tunjangan antara guru dan pegawai di beberapa instansi lain.

“Yang di kiri dan kanan gedung belakang saya itu, semua besar TPP-nya. Ada yang Rp 35 juta, Rp 18 juta. Tapi guru? Gajinya pas-pasan,” ujarnya.

Waris menegaskan kesiapannya mendukung berbagai kegiatan guru di PPU. Ia meminta Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) untuk menyampaikan setiap kebutuhan dan agenda guru agar pemerintah daerah dapat memberikan dukungan.

“Kalau ada kegiatan guru, sampaikan ke saya. Kita bantu sebisa kita. Kalau anggaran mungkin terbatas, tapi kita bantu makanan, minuman, fasilitas. Guru tidak boleh diabaikan. Jujur, saya prihatin,” pungkasnya. (*)

Editor : Sukri Sikki
#hut pgri #Penajam Paser Utara (PPU) #Abdul Waris Muin