PENAJAM - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Penajam Paser Utara (PPU) menyatakan siap mendukung penuh program digitalisasi sekolah melalui penyaluran televisi pintar atau Smart TV, dari pemerintah pusat.
Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) PPU, Andi Singkerru, mengatakan setiap sekolah di Indonesia direncanakan akan menerima tiga unit Smart TV sebagai bagian dari kebijakan nasional.
“Artinya, digitalisasi ini kan bahkan di pusat akan membantu sekolah. Kemarin yang saya ikuti bersama dengan Pak Bupati dalam rakor kepala daerah, disampaikan bahwa semua sekolah seluruh Indonesia itu mendapatkan tiga Smart TV,” ujar Andi, baru-baru ini.
Ia menyebutkan bahwa fasilitas Smart TV selama ini masih sangat terbatas di sekolah-sekolah PPU. Karena itu, program pemerintah pusat ini dinilainya sangat penting untuk mendukung proses pembelajaran yang semakin tidak bisa lepas dari teknologi.
“Mudah-mudahan nanti itu betul-betul terealisasi, apalagi pemerintah pusat menyampaikan karena memang di sekolah kita itu baru sedikit sekali yang memiliki Smart TV,” katanya.
Menurut Andi, keberadaan Smart TV tidak hanya membantu guru dalam menyampaikan materi, tetapi juga meningkatkan pemahaman siswa, terutama pada tingkat sekolah dasar. Visualisasi yang lebih jelas dianggap sangat membantu literasi dan daya tangkap anak.
“Coba bayangkan kalau digitalisasi sudah ada gambar yang bagus. Anak-anak, terutama kelas 1 sampai kelas 3 SD, lebih mudah menangkap. Ketimbang kita hanya menyampaikan pemahaman yang sifatnya abstrak,” jelasnya.
Ia mencontohkan pembelajaran bertema hewan. Dengan tayangan visual dan suara melalui Smart TV, siswa dapat menerima informasi dengan lebih konkret. “Kalau sudah ada gambar, ada suara, mereka pasti lebih mudah paham,” tambahnya.
Selain mendukung peningkatan literasi, program ini juga dianggap membuka akses bagi siswa untuk menjelajah dunia digital secara lebih aman dan terarah. Andi menjelaskan adanya rencana pengembangan “Rumah Pendidikan” oleh Kemendikbud, sebuah platform yang dapat dimanfaatkan sekolah untuk kebutuhan pembelajaran daring maupun sumber belajar tambahan.
“Tujuannya juga adalah melihat dunia dekat, karena browsing apa pun jadi lebih mudah. Kita harap ada Rumah Pendidikan yang dikeluarkan oleh kementerian. Guru dan siswa bisa memanfaatkannya,” ujarnya.
Ia menegaskan, fasilitas ini juga diharapkan dapat membantu sekolah-sekolah yang masih terkendala jaringan internet. “Yang kesusahan internetnya pun bisa terbantu, karena sudah disediakan aksesnya di dalam itu,” katanya. (*)
Editor : Sukri Sikki