KALTIMPOST.ID,PENAJAM-Budaya Suku Paser di Kabupaten Paser dan Penajam Paser Utara (PPU), yang berakar kuat dari tradisi leluhur dan dipengaruhi oleh sejarah Kesultanan Paser yang bernuansa Islami, menawarkan spektrum kesenian dan ritual yang kaya makna.
Berdasarkan catatan media ini, warisan budaya ini terbagi dalam empat pilar utama ritual adat, seni pertunjukan, tarian tradisional, serta pakaian dan motif yang memiliki filosofi mendalam.
- Ritual dan Upacara Adat
Ritual adat Suku Paser adalah praktik komunal yang bertujuan menjaga keseimbangan alam dan spiritual, serta memperkuat ikatan sosial meliputi Melas Taon, yaitu, upacara tahunan yang berfungsi sebagai ritual pembersihan lingkungan dari pengaruh buruk dan mempererat kebersamaan. Perayaan ini biasanya dimeriahkan dengan lomba tradisional dan pertunjukan budaya kolosal.
Balian: Upacara penyembuhan tradisional yang dilakukan untuk mengobati penyakit, baik yang bersifat fisik maupun rohani.
Baca Juga: KIM Mangun Karya PPU Sabet Juara Utama di KIM Fest 2025 dengan Angkat Budaya Paser
Tipong Tawar: Mantra khusus yang digunakan selama siklus pertanian, baik saat menanam maupun memanen padi, sebagai permohonan berkah dan sarana untuk memperkuat semangat gotong royong.
Mayar Sala: Upacara adat yang dilaksanakan untuk membayar denda adat atau sanksi tradisional.
Tembot Bebe: Tradisi yang dilakukan untuk bayi yang baru lahir, biasanya saat usianya mencapai satu minggu atau empat puluh hari.
Nampa Ponta: Perayaan atau tradisi yang diselenggarakan oleh masyarakat Paser sebagai ungkapan syukur setelah berhasil memanen padi.
- Seni Pertunjukan dan Kesenian
Kesenian Paser sangat hidup, terlihat dari ragam tari dan musiknya:
Tarian Tradisional: Meliputi Ronggeng Paser, Tari Rembara (tarian penyambutan tamu), Tari Tolak Singkir, serta berbagai tarian kolosal lain yang rutin dipentaskan dalam festival budaya.
Musik Tradisional: Pertunjukan musik khas yang populer adalah Pentengan Gambus Paser dan Gendang Agong Paser, yang menjadi pengiring utama dalam upacara dan perayaan adat.
- Pakaian dan Motif Filosofis
Baca Juga: Tujuh Nama Terima Penghargaan Tokoh Budaya Paser, Nondoi PPU hingga 8 November
Pakaian adat dan motif batik Paser bukan hanya sekadar estetika, melainkan wadah filosofi kehidupan:
Pakaian Adat: Contohnya adalah Baju Betokom (jas hitam berhias emas) yang melambangkan keteguhan, keabadian, dan kejayaan. Ada juga Baju Poko Tengkolos Lengkor Walu yang kaya makna.
Motif Kain dan Batik: Batik Paser memiliki lebih dari 60 motif. Beberapa motif utama dan filosofinya meliputi:
Basung (Rebung): Melambangkan pertumbuhan dan kehidupan baru.
Tandung Payau (Rusa): Sering dikaitkan dengan kelincahan dan keindahan alam.
Bigi (Biji-bijian): Melambangkan kesuburan dan hasil panen.
Umbak (Ombak): Melambangkan dinamika dan tantangan kehidupan.
Motif lain yang terkenal termasuk Serendotuo (menerangkan dunia), Cahaya Putri, dan Mas Togok.(*)
Editor : Hernawati