Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

KKP Turun ke PPU, Lima Lokasi Calon Kampung Nelayan Merah Putih Disurvei

Ahmad Maki • Rabu, 17 Desember 2025 | 07:56 WIB

Diskan PPU bersama pihak kementerian mengunjungi beberapa lokasi Kampung Nelayan Merah Putih.
Diskan PPU bersama pihak kementerian mengunjungi beberapa lokasi Kampung Nelayan Merah Putih.

KALTIMPOST.ID, PENAJAM – Dinas Perikanan (Diskan) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) mendampingi tim Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dalam kegiatan pendampingan serta verifikasi calon lokasi Program Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP).

Pendampingan tersebut berlangsung selama lima hari, mulai Jumat (12/12/2025) hingga Selasa (16/12/2025). Kegiatan ini menjadi tahapan awal sebelum penetapan lokasi program nasional tersebut.

Baca Juga: APBD Kaltim 2026 Menyusut Tajam, Anggaran Dinas Sosial Dipangkas Rp18 Miliar

Pelaksana Tugas Kepala Bidang Perikanan Tangkap dan Perizinan Diskan PPU, Lomo Sabani, menjelaskan bahwa pendampingan dilakukan bersama dua tim.

Tim utama berasal dari Institut Pertanian Bogor (IPB), sedangkan tim supervisi dari KKP berasal dari Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BPPSDMKP).

“Pendampingan dimulai sejak Jumat dan berakhir hari ini. Total ada lima hari kegiatan,” ujar Lomo, Selasa (16/12/2025).

Baca Juga: IPM Balikpapan Naik ke 83,23 pada 2025, Namun Pertumbuhan Daya Beli Warga Melambat

Selama pendampingan, tim melakukan survei dan evaluasi terhadap lima lokasi yang diusulkan sebagai Kampung Nelayan Merah Putih.

Lima titik tersebut meliputi Api-Api, SDR Logpon di Kecamatan Waru, Sesumpu, Tanjung Tengah, serta Pantai Lango yang menjadi lokasi terakhir survei.

Menurut Lomo, seluruh lokasi masih berada pada tahap verifikasi dan evaluasi. Tim pendamping memberikan masukan terkait kelebihan dan kekurangan masing-masing lokasi sebelum diputuskan sebagai Kampung Nelayan Merah Putih.

Baca Juga: Dua Tersangka Kasus Pajak PT APPN Dilimpahkan ke Kejari Balikpapan, Kerugian Negara Mencapai Rp 452 Juta

“Masih proses panjang. Mereka menilai dan memberikan masukan. Yang paling utama, lokasi harus clear and clean,” jelasnya.

Ia menambahkan, terdapat sejumlah indikator utama dalam penilaian, salah satunya komposisi penduduk yang didominasi nelayan. Selain itu, aktivitas perikanan di wilayah tersebut harus berjalan aktif, mulai dari penangkapan, budidaya, hingga pemasaran hasil perikanan.

“Semua aspek harus aktif, tidak hanya nelayan tangkap, tetapi juga pembudidaya dan pemasaran,” katanya.

Baca Juga: IPM Balikpapan Naik Konsisten, Tembus 83,23 dan Masuk Kategori Pembangunan Manusia Sangat Tinggi

Program Kampung Nelayan Merah Putih merupakan program nasional yang dicanangkan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto. Program ini ditargetkan berjalan sejak 2025 hingga 2028 dengan peluncuran 1.000 Kampung Nelayan di seluruh Indonesia.

Untuk Kabupaten PPU, pemerintah daerah saat ini mengusulkan lima titik awal yang sedang disurvei. Ke depan, jumlah titik usulan berpotensi bertambah sesuai arahan Bupati PPU, Mudyat Noor.

“Untuk sementara kami fokus di lima titik ini karena cukup banyak dokumen yang harus dilengkapi. Ke depan, Pak Bupati menginginkan penambahan titik-titik baru yang dinilai potensial,” pungkasnya. (*)

Editor : Ery Supriyadi
#Kampung Nelayan Merah Putih #Diskan #nelayan PPU #kkp