Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Mudyat Noor Pastikan Pemanfaatan IFP dari Kemendikdasmen Berjalan Optimal

Ahmad Maki • Jumat, 19 Desember 2025 | 16:25 WIB
PENDIDIKAN: Mudyat Noor mencoba fasilitas IFP yang ada di SMP Negeri 13 PPU.
PENDIDIKAN: Mudyat Noor mencoba fasilitas IFP yang ada di SMP Negeri 13 PPU.

KALTIMPOST.ID, PENAJAM – Bupati Penajam Paser Utara (PPU) Mudyat Noor melakukan peninjauan langsung terhadap pemanfaatan fasilitas Interactive Flat Panel (IFP) bantuan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) di SMP Negeri 13 PPU, Kamis (18/12/2025).

Kunjungan ini dilakukan sebagai upaya memastikan sarana pembelajaran berbasis digital tersebut benar-benar digunakan secara maksimal dalam proses belajar mengajar.

Dalam kegiatan tersebut, Bupati Mudyat Noor didampingi Wakil Bupati PPU, Abdul Waris Muin, serta Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) PPU Andi Singkeru.

Peninjauan sarana dan prasarana sekolah ini sekaligus menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten PPU dalam mendukung transformasi pendidikan melalui pemanfaatan teknologi digital di lingkungan sekolah.

Mudyat Noor mengungkapkan bahwa hampir seluruh sekolah di Kabupaten PPU saat ini telah menerima bantuan IFP dari Kemendikdasmen. Untuk jenjang sekolah dasar (SD), tercatat sebanyak 104 sekolah negeri dan swasta telah dilengkapi perangkat tersebut.

Sedangkan di tingkat sekolah menengah pertama (SMP) tersedia sebanyak 38 unit IFP. Program bantuan serupa juga direncanakan kembali berlanjut pada tahun 2026.

“Pemerintah daerah sangat berterima kasih dan menyambut baik kehadiran sarana penunjang pendidikan ini. Perangkat IFP memiliki fungsi yang sangat luar biasa, tidak hanya membantu guru dalam menyampaikan materi, tetapi juga menjadi media pembelajaran langsung bagi siswa di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital saat ini,” ujar Mudyat.

Menurutnya, kehadiran IFP merupakan wujud nyata peningkatan mutu pembelajaran berbasis digital di sekolah. Ia menilai antusiasme guru sangat tinggi terhadap penggunaan perangkat tersebut, seiring harapan akan meningkatnya kualitas proses belajar mengajar dengan metode yang lebih modern.

“Perangkat ini diharapkan mampu membuka peluang baru bagi guru dan siswa dalam memanfaatkan teknologi secara optimal di kelas. Saya juga meminta agar fasilitas ini dijaga dan dirawat dengan baik, karena manfaatnya sangat dibutuhkan dalam penerapan metode pembelajaran digital saat ini,” kata Mudyat.

Lebih lanjut, Mudyat menilai IFP memberikan peluang besar bagi pengembangan pembelajaran yang inovatif dan interaktif. Melalui berbagai fitur digital, guru dapat menyajikan materi dengan lebih variatif, sementara siswa dapat mengikuti pembelajaran dengan suasana yang lebih menarik dan sesuai dengan perkembangan zaman.

“Adanya IFP di setiap sekolah ini diharapkan menjadi langkah awal menuju transformasi pendidikan yang lebih maju, inklusif, dan berkelanjutan di Kabupaten PPU, sekaligus menyelaraskan antara program pemerintah daerah dibidang pendidikan dengan program pemerintah pusat,” tandasnya. (*)

Editor : Nugroho Pandu Cahyo
#sekolah #penajam paser utara #Mudyat Noor #ppu #fasilitas #interactive flat panel #pendidikan