KALTIMPOST.ID, PENAJAM - Dinas Pertanian Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) terus mengedukasi masyarakat mengenai konsep Kampung Buah yang terintegrasi dengan agrowisata.
Program ini diarahkan agar kegiatan pertanian tidak hanya berfokus pada produksi dan panen, tetapi juga memiliki nilai edukasi dan ekonomi yang lebih luas.
Sebagai bagian dari upaya tersebut, pada tahun 2025 Dinas Pertanian PPU menyalurkan sekitar 2.200 bibit tanaman buah produktif kepada masyarakat di Kelurahan Pemaluan.
Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Distan PPU, Gunawan, mengatakan bibit yang disalurkan terdiri dari durian, jambu kristal, nangka, dan kelengkeng, yang dinilai memiliki daya tarik tinggi sekaligus potensi pengembangan wisata.
Ia menyampaikan bahwa hasil dari bantuan tersebut memang belum dapat dilihat saat ini karena tanaman masih dalam masa pertumbuhan.
“Update-nya memang belum ada. Tapi saya percaya dua sampai tiga tahun ke depan sudah ada manfaatnya bagi masyarakat,” ujar Gunawan, Jumat (19/12/2025).
Gunawan menjelaskan, evaluasi secara khusus belum dilakukan. Sementara ini, pemantauan masih mengandalkan laporan dari penyuluh pertanian di lapangan.
“Monitoring secara khusus belum ada, sementara ini laporannya lewat rekan-rekan penyuluh. Yang kita arahkan adalah pengembangan komoditas ke agrowisata, itu sudah berjalan,” katanya.
Menurut Gunawan, konsep Kampung Buah yang dikembangkan tidak hanya bertujuan meningkatkan hasil pertanian, tetapi juga memberikan pemahaman kepada masyarakat bahwa sektor pertanian dapat dikemas sebagai sarana edukasi dan wisata.
“Kita sosialisasikan itu ke pelaku utama dan pelaku usaha supaya pertanian tidak panen saja, tapi mampu membuka peluang usaha lain,” lanjutnya.
Melalui pendekatan tersebut, masyarakat diharapkan mampu mengelola kebun buah sebagai ruang belajar, wisata keluarga, hingga usaha pendukung seperti penjualan produk olahan dan jasa wisata. Dengan begitu, kebutuhan pangan dan wisata di wilayah PPU, khususnya kawasan ibu kota, dapat dipenuhi oleh pelaku lokal.
Sejumlah wilayah di PPU mulai diarahkan menjadi cikal bakal Kampung Buah berbasis agrowisata, di antaranya Kelurahan Api-Api dengan komoditas durian, Labangka Barat dengan kelengkeng, Sepan dengan kelengkeng dan jambu kristal, serta Gunung Steleng dengan rambutan. “Kita ingin pengembangan ini bisa terus meluas,” ucap Gunawan.
Ke depan, Dinas Pertanian PPU berencana melanjutkan penyaluran bantuan bibit tanaman buah. “Namun, realisasi program tersebut akan disesuaikan dengan kesiapan serta komitmen pelaku utama dan pelaku usaha di desa dan kelurahan masing-masing,” imbuhnya.
Sebelujmnya, Bupati PPU, Mudyat Noor, menyampaikan pentingnya pemanfaatan lahan secara bijak agar dapat memberikan nilai ekonomi sekaligus menjaga kelestarian lingkungan, saat menghadiri kegiatan penanaman dan pembagian bibit buah dalam rangka penurunan emisi karbon serta pembentukan Kampung Buah di Desa Sukaraja, Kecamatan Sepaku, awal November 2025.
Ia juga menyinggung perubahan status wilayah seiring dengan pembahasan rencana pembentukan pemerintahan daerah khusus (Pemdasus) menjelang pemindahan Ibu Kota Negara (IKN) pada tahun 2028.
“Pemanfaatan lahan harus dilakukan dengan baik agar memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat, sekaligus memperjelas status kepemilikan lahan untuk mencegah konflik sosial,” ujarnya. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo