KALTIMPOST.ID,PENAJAM-Kepolisian Resor (Polres) Penajam Paser Utara (PPU) resmi memulai pengamanan intensif menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.
Melalui Operasi Kepolisian Terpusat dengan sandi "Lilin Mahakam 2025", personel gabungan akan disiagakan selama 14 hari penuh, terhitung mulai 20 Desember 2025 hingga 2 Januari 2026.
Kepastian durasi pengamanan ini ditegaskan dalam Apel Gelar Pasukan yang berlangsung di halaman Mapolres PPU, baru lalu.
Kegiatan tersebut menjadi ajang pengecekan akhir kesiapan personel maupun sarana prasarana penunjang di lapangan.
Baca Juga: Balikpapan United Dibentuk untuk Berdayakan Talenta Lokal
Kapolres PPU, AKBP Andreas Alek Danantara, menjelaskan bahwa pengerahan pasukan dalam durasi dua pekan tersebut bertujuan mengantisipasi lonjakan mobilitas masyarakat.
“Operasi ini dilaksanakan selama 14 hari untuk menjamin rasa aman di tengah meningkatnya aktivitas warga. Fokus kami adalah pengamanan tempat ibadah, pusat keramaian, jalur transportasi, hingga objek wisata,” kata AKBP Andreas dalam amanatnya.
Baca Juga: Laporan Cuaca Akhir Tahun, PPU Dikepung Hujan Ringan hingga Sedang
Apel ini juga dihadiri oleh Bupati PPU H. Mudyat Noor, unsur forkopimda, serta perwakilan dari TNI, DPRD, dan instansi terkait lainnya.
Sinergitas menjadi kunci utama, mengingat Operasi Lilin kali ini tidak hanya melibatkan Polri, tetapi juga kompi gabungan dari TNI, Satpol PP, Dinas Perhubungan, BPBD, hingga relawan kesehatan dan Pramuka.
Selain fokus pada kamtibmas dan kelancaran arus lalu lintas, Kapolres turut memberikan atensi khusus pada potensi gangguan alam.
Hal ini mengingat masa operasi bertepatan dengan puncak musim hujan yang diprediksi bertahan hingga awal tahun depan.
“Petugas di lapangan diminta tetap waspada terhadap potensi bencana alam. Kami tekankan agar pelayanan dilakukan secara humanis dan jaga soliditas antarinstansi,” tambahnya.
Baca Juga: Taman Nasional Kutai, Surga Keanekaragaman Hayati yang Dijaga atau Perlahan Ditinggalkan?
Dengan dimulainya operasi ini, Polres PPU menyatakan kesiapan maksimal dalam mengawal kondusivitas daerah.
Melalui doa bersama yang menutup rangkaian apel, seluruh elemen berharap momentum pergantian tahun di Benuo Taka dapat berjalan tertib tanpa kendala berarti.
Tugas ini, menurut Kapolres, bukan sekadar kewajiban profesi, melainkan bentuk pengabdian dan ibadah dalam memberikan kenyamanan bagi masyarakat yang merayakan Natal maupun liburan tahun baru.(*)
Editor : Dwi Puspitarini