Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Operasi Pasar Digencarkan Jelang Nataru, Pemkab PPU Pastikan Harga Bahan Pokok Terkendali

Ahmad Maki • Senin, 29 Desember 2025 | 19:42 WIB
Operasi pasar membantu masyarakat mendapatkan bahan pokok dengan harga yang terkendali.
Operasi pasar membantu masyarakat mendapatkan bahan pokok dengan harga yang terkendali.

KALTIMPOST.ID-Pemkab Penajam Paser Utara (PPU) melalui Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (KUKM Perindag) mengintensifkan pemantauan harga dan operasi pasar selama Natal dan Tahun Baru (Nataru).

Kepala Bidang Perdagangan KUKM Perindag PPU Marlina mengatakan pihaknya telah melakukan operasi pasar secara rutin sepanjang tahun.

Dari Januari hingga Desember 2024, operasi pasar telah dilaksanakan sebanyak 40 kali.

“Sudah kita lakukan 15 kali dan dari Januari sampai Desember totalnya sudah 40 kali. Bahkan kemarin dan hari ini masih kita lakukan operasi di Labangka Barat. Itu merupakan upaya-upaya kita dalam menghadapi Nataru,” ujar Marlina, Senin (29/12).

Selain operasi pasar, pihaknya juga terus melakukan pemantauan harga bahan pokok di pasar tradisional maupun toko modern.

Marlina mengakui terdapat kenaikan harga pada beberapa komoditas, seperti bawang merah, namun masih dalam batas wajar.

“Memang ada bawang yang harganya sampai Rp 60 ribu. Tapi kami memberikan edukasi kepada masyarakat bahwa bawang itu memiliki skala harga, mulai harga rendah, sedang, hingga tertinggi. Jadi masyarakat bisa memilih dan berbelanja dengan bijak,” jelasnya.

Hal serupa juga terjadi pada komoditas minyak goreng. Menurut Marlina, di pasaran tersedia berbagai merek dengan rentang harga yang berbeda-beda. Sehingga masyarakat bisa menyesuaikan dengan kemampuan keuangan masing-masing.

“Minyak goreng itu ada yang Rp 16 ribu, ada Rp 18 ribu, Rp 19 ribu, bahkan sampai Rp 20 ribu. Untuk yang premium bisa Rp 20 ribu sampai Rp 25 ribu. Jadi silakan memilih sesuai kemampuan,” katanya.

Marlina menegaskan kondisi yang sama berlaku untuk beras. Saat ini, terdapat sekitar 65 merek beras yang beredar di wilayah PPU, mulai harga terendah hingga tertinggi.

“Kalau mau yang murah ada beras SPHP. Merek lain juga banyak tersedia. Jadi tidak bisa dikatakan harga beras naik kalau hanya melihat satu jenis saja,” ujarnya.

Untuk beras SPHP, harga di pasaran berkisar Rp 58 ribu dan bisa mencapai Rp 60 ribu jika sudah diantar pedagang. Menurut Marlina, hal tersebut merupakan kondisi faktual di lapangan.

Ia berharap masyarakat tidak merasa resah menjelang hari besar keagamaan, karena ketersediaan bahan pokok baik dari pemerintah maupun swasta masih mencukupi.

“Mudah-mudahan masyarakat tidak merasa galau. Semua merek, baik beras, minyak, maupun cabai tersedia di pasar dan toko modern. Cabai juga harganya bervariasi, ada yang Rp 50 ribu karena baru datang, ada yang sedang, ada yang lebih murah,” imbuh Marlina. (ami/rd)

Editor : Romdani.
#penajam paser utara #operasi pasar #ibu kota nusantara #Kutai Barat #Bupati PPU Mudyat Noor