Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Dua Orang Meninggal Akibat DBD di Penajam Paser Utara, Ini Penjelasan DInas Kesehatan yang Mengaku Kecolongan

Ahmad Maki • Selasa, 30 Desember 2025 | 18:29 WIB

Penata Kelola Layanan Kesehatan Dinkes PPU, Ponco Waluyo.
Penata Kelola Layanan Kesehatan Dinkes PPU, Ponco Waluyo.

PENAJAM – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) mencatat dua kasus kematian akibat Demam Berdarah Dengue (DBD) yang terjadi pada Desember 2025. Meski secara keseluruhan jumlah kasus DBD di PPU mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya, Dinkes mengakui kecolongan pada dua kasus di akhir tahun.

Penata Kelola Layanan Kesehatan Dinkes PPU, Ponco Waluyo, mengatakan dua kasus kematian tersebut masing-masing terjadi di wilayah Kecamatan Sepaku dan Kecamatan Waru. Kedua korban merupakan anak-anak usia sekolah, sekitar 12–14 tahun.

“Secara keseluruhan kasus DBD sebenarnya sedikit dan angkanya turun dari tahun lalu. Cuma memang kami kecolongan di akhir-akhir Desember ini. Ada dua kasus kematian akibat DBD,” ujar Ponco, Selasa (30/12/2025).

Baca Juga: PPU Perlu 24 Dapur MBG, Namun Baru Empat yang Beroperasi

Ia mengatakan, kasus pertama terjadi di wilayah Semoi, Kecamatan Sepaku, yang ditangani oleh Puskesmas Semoi. Ponco menjelaskan, korban baru dibawa ke puskesmas setelah sekitar tujuh hari sakit. Sebelumnya, korban sempat berobat di luar fasilitas kesehatan daerah sehingga penyakitnya tidak terdeteksi sejak dini.

“Yang di Semoi itu jelas meninggal karena DBD. Dia berobatnya terlambat, setelah tujuh hari baru ke puskesmas,” jelasnya. Kasus kedua terjadi di wilayah Kecamatan Waru. Korban baru dibawa ke Puskesmas Waru setelah hari keempat sakit dengan kondisi sudah memburuk, termasuk mengalami penurunan kesadaran. Korban kemudian dirujuk ke rumah sakit, namun hanya bertahan sekitar satu malam sebelum akhirnya meninggal dunia.

Ponco menilai, kejadian ini menunjukkan masih kurangnya edukasi masyarakat terkait bahaya penyakit yang muncul tanpa sebab yang jelas, seperti demam tinggi mendadak. “Menurut saya, ini karena edukasi ke masyarakat yang masih kurang. Banyak masyarakat menganggap enteng sakit tanpa sebab. Padahal justru sakit tanpa sebab, seperti panas tinggi mendadak, itu lebih berbahaya,” tegasnya.

Baca Juga: Percantik Gerbang IKN, Pemkab PPU Inventarisasi Permukiman Warga di Kawasan Pelabuhan Penajam

Ia menjelaskan, masyarakat cenderung lebih waspada jika sakit disertai penyebab yang jelas, seperti jatuh atau luka. Namun, ketika anak mengalami demam tanpa sebab, kondisi tersebut sering kali dianggap ringan hingga terlambat mendapatkan penanganan medis.

“Setelah terjadi mimisan atau kondisinya sudah memburuk, baru dibawa ke puskesmas. Itu yang terjadi di dua kasus ini,” ujarnya. Padahal, lanjut Ponco, Dinkes PPU telah menyiapkan alat deteksi dini DBD berupa alat NS1 di seluruh puskesmas induk, seperti Puskesmas Penajam, Petung, Waru, dan Babulu. Alat ini mampu mendeteksi DBD sejak hari pertama hingga hari keempat demam.

“Alat NS1 itu sudah ada di puskesmas induk. Ini alat deteksi dini DBD, sangat membantu kalau pasien datang lebih awal,” jelasnya. Ponco menambahkan, dua kasus kematian akibat DBD pada Desember ini merupakan satu-satunya kasus kematian DBD sepanjang tahun 2025. Sebelumnya, tidak ada laporan kematian DBD yang terkonfirmasi.

Baca Juga: Pemkab PPU Intensifkan Operasi Pasar, Edukasi Belanja Bijak

Adapun satu kasus kematian yang sempat dilaporkan pada April di wilayah Petung, setelah dikaji bersama pihak provinsi, dipastikan bukan disebabkan oleh DBD. “Itu bukan kasus kematian karena DBD. Data-data pendukung tidak mengarah ke sana,” jelasnya.

Ke depan, Dinkes PPU akan memperkuat komunikasi, informasi, dan edukasi (KIE) kepada masyarakat, khususnya terkait kewaspadaan terhadap demam tanpa sebab yang jelas. “Harapan kami, masyarakat lebih paham. Kalau ada panas tanpa sebab, segera periksa ke puskesmas. Jangan menunggu sampai kondisi anak memburuk,” pungkas Ponco. (*/riz)

Editor : Muhammad Rizki
#demam berdarah dengue (DBD) #Penajam Paser Utara (PPU)