KALTIMPOST.ID, PENAJAM — Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) mengimbau masyarakat agar berbelanja secara bijak dan menyesuaikan dengan kemampuan keuangan masing-masing, menyusul beragamnya pilihan merek dan harga bahan pokok yang tersedia di pasaran.
Kepala Bidang (Kabid) Perdagangan Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (KUKM Perindag) PPU, Marlina, mengatakan bahwa masyarakat tidak perlu merasa resah dengan isu kenaikan harga karena di pasar tersedia banyak pilihan produk dengan harga yang bervariasi.
“Jadi, kita memberikan edukasi kepada masyarakat agar berbelanja dengan bijak sesuai kemampuan keuangan masing-masing. Di pasar itu ada berbagai tingkatan, termasuk beras,” ujar Marlina, Jumat (2/1/2025).
Ia menjelaskan, khusus komoditas beras, saat ini terdapat sekitar 65 merek yang beredar di wilayah PPU, mulai dari harga terendah hingga tertinggi. Salah satunya adalah beras SPHP yang disediakan pemerintah.
“Kalau mau belanja yang murah ada SPHP. Harga tertingginya itu sekitar Rp58.000, dan kalau diantar pedagang biasanya dijual Rp60.000. Itu kondisi dan fakta di lapangan,” jelasnya.
Menurut Marlina, masyarakat tidak bisa menilai kondisi harga hanya dari satu jenis atau satu merek saja, karena baik beras maupun minyak goreng tersedia dalam berbagai merek dan pilihan harga, baik di pasar tradisional maupun toko modern.
“Silakan masyarakat memilah dan memilih karena merek sudah tersedia. Jadi bukan berarti harga beras naik semua, karena pilihannya banyak,” katanya.
Ia juga mencontohkan komoditas cabai yang memiliki variasi harga tergantung kualitas dan kondisi pasokan. Cabai segar yang baru datang dari daerah pemasok biasanya memiliki harga lebih tinggi dibandingkan cabai dengan kualitas sedang.
“Cabai juga sama, ada yang baru datang harganya bisa Rp50.000, tapi ada juga yang sedang dan harganya bervariatif,” tambahnya.
Marlina berharap masyarakat tidak mudah terpengaruh isu kenaikan harga dan tetap tenang dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.
“Mudah-mudahan masyarakat jangan merasa resah atau galau. Merek yang disediakan pemerintah maupun swasta sudah tersedia di pasar. Jadi silakan berbelanja sesuai kemampuan masing-masing, itulah yang kami sebut belanja bijak,” pungkasnya. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo