KALTIMPOST.ID, PENAJAM — Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) ditegaskan sebagai salah satu daerah penghasil minyak terbesar di Indonesia. Besarnya produksi minyak di wilayah ini dinilai belum sepenuhnya berbanding lurus dengan dampak yang dirasakan masyarakat.
Bupati PPU, Mudyat Noor, menyebut produksi minyak yang dikelola Pertamina di wilayah tersebut sangat signifikan. Salah satunya berasal dari Pertamina Refinery Unit (RU) V.
“Untuk produksi Pertamina RU V saja saat ini mencapai sekitar 360.000 barel. Sementara kapasitas tangki penampungan minyak di Lawe-Lawe mencapai sekitar 7,6 juta barel,” ujar Mudyat Noor, baru-baru ini.
Baca Juga: Rangkul Wilayah Penyangga, Otorita IKN Perkuat Fondasi Superhub Ekonomi Nasional
Dengan potensi sebesar itu, Pemerintah Kabupaten PPU berharap adanya kontribusi yang lebih nyata dari sektor migas. Kontribusi tersebut dinilai penting untuk mendukung pembangunan daerah dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Mudyat Noor mengungkapkan, pihaknya telah melakukan diskusi awal dengan Pertamina terkait sejumlah persoalan strategis yang selama ini menjadi perhatian warga.
Isu yang dibahas antara lain penanganan banjir di kawasan Lawe-Lawe, penyediaan air bersih, hingga peningkatan kualitas pelayanan publik.
Baca Juga: Joko Anwar Kembali! Ghost in the Cell Melaju ke Berlinale 2026
“Kami sempat berdiskusi mengenai isu banjir di Lawe-Lawe, kemudian isu air bersih, dan juga isu-isu pelayanan publik yang menjadi perhatian masyarakat dan juga kawan-kawan Pertamina,” jelasnya.
Sebagai tindak lanjut, Pemkab PPU berencana memperdalam pembahasan tersebut. Langkah konkret yang akan diambil adalah mengirimkan surat resmi kepada manajemen Kilang Pertamina Balikpapan.
“Nanti kami akan bersurat ke teman-teman Kilang Pertamina Balikpapan untuk melakukan diskusi lebih mendalam, termasuk presentasi dan penyampaian beberapa kejadian serta alasan yang berkaitan dengan kebutuhan bahan baku air bersih,” pungkas Mudyat Noor. (*)
Editor : Ery Supriyadi