KALTIMPOST.ID, PENAJAM – Inspektorat Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) kini tengah memacu pemeriksaan terhadap perangkat Desa Giripurwa, terkait penggunaan Alokasi Dana Desa (ADD) untuk kegiatan studi tiru ke Bali. Tim auditor menargetkan seluruh proses audit tersebut selesai pada akhir Januari ini.
Kasus ini bermula dari gelombang protes warga Desa Giripurwa terhadap kebijakan pemerintah desa yang mengalokasikan anggaran sebesar Rp 515 juta untuk studi tiru kebersihan ke Bali. Kegiatan tersebut melibatkan rombongan sebanyak 48 orang.
Inspektur Inspektorat PPU, Budi Santoso, menegaskan bahwa timnya bekerja secara disiplin berdasarkan surat perintah yang memuat batas waktu pelaksanaan audit.
“Kami bekerja sesuai surat perintah. Di situ jelas dimulai tanggal berapa dan berakhir sampai tanggal berapa. Untuk yang ini, targetnya selesai akhir bulan ini,” tutur Budi, Senin (19/1/2026).
Ia menjelaskan, pemeriksaan ini mencakup seluruh ruang lingkup kegiatan program desa, terutama isu-isu krusial yang sempat memicu sorotan tajam dari publik hingga viral di media sosial.
Inspektorat, kata Budi, berupaya memperjelas duduk perkara sebelum mengeluarkan rekomendasi resmi.
“Apa yang menjadi isu di luar, itulah yang kami periksa. Nanti kami perjelas masalahnya seperti apa, kemudian kami berikan rekomendasi apa yang harus dilakukan,” jelasnya.
Budi menambahkan bahwa pihaknya menjalankan pemeriksaan ini setelah menerima rekomendasi dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) PPU. Meski demikian, ia enggan membeberkan detail objek pemeriksaan secara spesifik kepada publik.
“DPMD merekomendasikan agar dilakukan pemeriksaan kepada kepala desa. Detail objek pemeriksaannya tidak bisa kami sampaikan, karena masih dalam ranah kami,” tegas Budi.
Menanggapi kekhawatiran masyarakat mengenai potensi penghilangan atau penyembunyian bukti oleh pihak desa, Budi menjamin kredibilitas timnya. Ia memastikan auditor memiliki teknik khusus untuk melacak seluruh data yang diperlukan dalam proses investigasi.
“Kami punya cara dan metode dalam pemeriksaan,” tegasnya.
Ia menerangkan, tim auditor masih terus bekerja di lapangan sehingga belum bisa mengeluarkan simpulan akhir. Budi berjanji akan menyampaikan perkembangan hasil audit setelah seluruh prosedur profesional dan terukur selesai dilakukan.
“Kami sedang melakukan pemeriksaan, nanti akan kami infokan lagi perkembangannya, yang pasti batas waktunya hingga akhir bulan ini,” imbuhnya. (*)
Editor : Duito Susanto