PENAJAM – Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) bersama Bulog Kantor Cabang Paser menggelar rapat koordinasi optimalisasi serapan gabah dan beras tahun 2026, Selasa (20/1/2026).
Langkah ini diambil menyusul kesuksesan besar pada tahun 2025, di mana realisasi serapan gabah di PPU mencapai angka fantastis. Kepala Bidang (Kabid) Tanaman Pangan dan Hortikultura Distan PPU, Gunawan, yang hadir mendampingi Kepala Dinas Pertanian PPU, Andi Trasodiharto, mengungkapkan bahwa pada tahun 2025, realisasi serapan gabah mencapai 13.788 ton.
Angka ini melampaui target awal Bulog Wilayah Paser yang sebesar 6.484 ton, atau terealisasi lebih dari 200 persen. Berbekal prestasi tersebut, target serapan untuk tahun 2026 ditingkatkan menjadi 15.268 ton. Target ini mencakup keseluruhan hasil panen dari Musim Tanam (MT) 2026.
Baca Juga: Mudyat Noor Dorong Percepatan Pembangunan Daerah di Rakernas XVII APKASI Batam
"Kami sangat optimistis target ini terpenuhi. Pihak Bulog telah menyatakan kesiapan anggaran untuk menyerap gabah petani, dengan mendorong sistem pembayaran elektronik guna memudahkan transaksi," ujar Gunawan.
Kesiapan ini juga didukung oleh para mitra Bulog, termasuk Persatuan Pengusaha Penggilingan Padi dan Beras (Perpadi) PPU. Puncak serapan diprediksi akan terjadi pada masa panen raya di bulan Maret, April, dan Mei 2026.
Meski capaian serapan sangat tinggi, Gunawan mencatat adanya tantangan pada luas tanam. Saat ini, Luas Baku Sawah (LBS) di PPU mencapai 7.508 hektare, namun rata-rata realisasi tanam melalui laporan Luas Tambah Tanam (LTT) berada di angka 6.700 hektare.
Baca Juga: Inspektorat PPU Targetkan Audit Kasus Dana Desa Giripurwa Rampung Akhir Januari
"Ada defisit sekitar 800 hektare yang terus kita dorong agar digarap maksimal. Tujuannya agar target Indeks Pertanaman (IP) 250 di tahun 2026 dapat tercapai. Kuncinya adalah kedisiplinan petani dalam mengikuti kalender tanam IP 300," jelasnya.
Kehadiran Bulog sebagai offtaker (pembeli siaga) memberikan rasa aman bagi petani. Saat ini, Harga Pembelian Pemerintah (HPP) untuk Gabah Kering Panen (GKP) berada di angka Rp6.500 per kilogram.
"Harga ini sangat menguntungkan petani. Ini adalah wujud nyata dukungan Pemerintah Kabupaten PPU dalam mendukung instruksi Presiden RI untuk mewujudkan swasembada pangan nasional," ucapnya. (*/riz)
Editor : Muhammad Rizki