Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Kuota Serapan Gabah Bulog di PPU Meningkat Jadi 15.200 Ton  

Ahmad Maki • Minggu, 25 Januari 2026 | 12:59 WIB

 

 

Petani PPU tidak menjual seluruh gabahnya kepada Bulog karena untuk memenuhi kebutuhan petani sendiri.   
Petani PPU tidak menjual seluruh gabahnya kepada Bulog karena untuk memenuhi kebutuhan petani sendiri.  

PENAJAM — Serapan gabah oleh Perum Bulog di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) pada tahun 2025 mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya. Tahun ini, kuota serapan gabah Bulog untuk PPU ditetapkan sebesar 15.200 ton.

Kepala Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten PPU, Andi Trasodiharto, mengatakan peningkatan kuota tersebut menunjukkan keseriusan Badan Pangan Nasional yang menjadi rujukan Bulog, baik di tingkat cabang maupun pimpinan wilayah.

“Bulog kemarin menjelaskan kepada kami bahwa kuota serapan gabah untuk PPU meningkat dibanding tahun lalu. Ini menunjukkan komitmen yang kuat dari Badan Pangan Nasional melalui Bulog,” ujar Andi, Jumat (23/1/2026).

Menurutnya, peningkatan kuota serapan gabah juga mempertimbangkan pola penjualan hasil panen petani. Tidak seluruh gabah hasil panen dijual ke Bulog karena sebagian digunakan untuk kebutuhan petani sendiri serta untuk persiapan tanam berikutnya.

“Kita melihat hasil panen itu tidak semuanya dijual ke Bulog. Petani biasanya menyisakan untuk kebutuhan sendiri, lalu menanam lagi, panen lagi, dan menjual lagi. Polanya seperti itu,” jelasnya.

Dalam rangka meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil panen petani, Dinas Pertanian PPU terus memberikan contoh langsung melalui demplot atau demonstration plot. Demplot merupakan lahan percontohan yang digunakan untuk memperagakan teknik, teknologi, atau varietas baru kepada petani.

“Demplot ini penting agar petani bisa melihat langsung. Kita berikan contoh nyata supaya mereka yakin dan mau menerapkan,” katanya.

Andi menegaskan, ke depan pendampingan kepada petani akan dilakukan secara lebih ketat dan serius. Pendampingan tersebut akan melibatkan berbagai pihak, termasuk para pakar dan penyuluh pertanian lapangan.

“Secara teknis nanti kita lakukan pendampingan yang ketat. Kita bekerja sama dengan para pihak, melibatkan penyuluh pertanian lapangan, dan terus kita pantau,” pungkasnya. (*)

Editor : Sukri Sikki
#petani #andi trasodiharto #Penajam Paser Utara (PPU) #perum bulog