PENAJAM – Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit mulut dan kuku (PMK) pada hewan ternak, seiring merebaknya kembali penyakit tersebut di sejumlah daerah.
Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Distan PPU, Ristu Pramula, mengatakan pada tahun 2025 kebutuhan vaksin PMK di PPU telah terpenuhi seluruhnya. Tahun lalu, sebanyak 1.550 dosis vaksin PMK telah tersalurkan dengan baik kepada hewan ternak, khususnya sapi.
“Untuk tahun lalu, alhamdulillah vaksin PMK sebanyak 1.550 dosis sudah terpenuhi semua,” ujar Ristu, baru-baru ini. Selain PMK, Distan PPU juga telah menuntaskan vaksinasi untuk penyakit lain, seperti Lumpy Skin Disease (LSD) sebanyak 1.000 dosis, serta vaksin untuk penyakit jenuh tanah sebanyak 1.050 dosis.
Baca Juga: Ketua Fraksi Demokrat PPU Nilai Wacana Pilkada Dipilih DPRD Perlu Kajian Mendalam
Memasuki tahun 2026, Distan PPU memperkirakan kebutuhan vaksin PMK akan mengalami peningkatan. Hal ini menyusul adanya edaran dari Kementerian Pertanian terkait semakin meluasnya penyebaran PMK di berbagai wilayah.
“Untuk kebutuhan tahun 2026 kemungkinan meningkat. Kita dapat edaran dari kementerian karena PMK ini makin merebak di mana-mana, jadi kita perlu mengantisipasi,” jelasnya.
Distan PPU telah mengajukan permohonan vaksin ke pemerintah provinsi dengan jumlah sekitar 1.000 hingga 1.200 dosis, yang rencananya akan datang secara bertahap pada Februari hingga Maret 2026.
Baca Juga: Pemkab PPU Tingkatkan Sarana dan Prasarana Taman Rozeline Penajam pada 2026
“Sudah kita ajukan ke provinsi. Perkiraannya datang sekitar Februari–Maret, dan biasanya datang bertahap,” tambah Ristu.
Vaksinasi tersebut difokuskan pada hewan sapi, mengingat sapi menjadi ternak paling rentan terhadap PMK. Ristu menegaskan, langkah antisipasi ini perlu dilakukan lebih cepat karena PMK merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus dan dapat menyebar dengan cepat, bahkan melalui udara.
“PMK ini kan penyakit virus, penyebarannya cepat, bisa terbawa angin. Jadi memang harus cepat kita antisipasi,” pungkasnya. (*/riz)
Editor : Muhammad Rizki