Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Tak Hanya Makan Gratis, SPPG Waru Siapkan Menu Khusus Bagi Siswa Alergi

Ahmad Maki • Kamis, 29 Januari 2026 | 21:48 WIB

Moh Rizki menyampaikan SPPG Waru akan mulai beroperasi mulai 1 Februari 2026.
Moh Rizki menyampaikan SPPG Waru akan mulai beroperasi mulai 1 Februari 2026.


PENAJAM– Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Waru yang dikelola Yayasan Bakti Benuo Taka resmi diluncurkan, Kamis (29/1/2026). Program ini menjadi langkah awal dalam upaya pemenuhan gizi masyarakat, khususnya siswa sekolah, di Kecamatan Waru.

Kepala SPPG Waru, Moh Rizki, menjelaskan bahwa pada tahap awal, layanan SPPG masih dibatasi untuk 1.000 penerima manfaat. Pembatasan tersebut dilakukan karena masih terdapat sejumlah tahapan administrasi yang harus dipenuhi, terutama terkait sertifikasi.

“Untuk proses awal, kita memang batasi terlebih dahulu karena ada tahapan yang harus segera diurus, termasuk administrasi. Mulai dari sertifikasi terkait kelayakan dapur, hingga sertifikasi halal sebagai izin kelayakan makanan,” ujarnya.

Baca Juga: Dukung Gizi Anak, SPPG Waru PPU Prioritaskan Belanja Sayur dan Buah dari Petani Lokal

Ia menambahkan, setelah seluruh sertifikasi terpenuhi, jumlah penerima manfaat akan ditingkatkan secara bertahap. “Makanya sementara dibatasi 1.000. Setelah sertifikat keluar, baru kita akan menambah,” jelasnya.

Saat ini, penerima manfaat berasal dari tiga sekolah di Kecamatan Waru, yakni satu Sekolah Dasar dan satu Taman Kanak-Kanak dan satu SMA. Ke depan, SPPG Waru ditargetkan mampu melayani 2.500 hingga 3.000 penerima manfaat. Namun, peningkatan tersebut akan dilakukan secara bertahap dan dibagi dalam beberapa jenis layanan, menyesuaikan dengan kesiapan dapur dan sistem operasional.

Dari sisi sumber daya manusia, SPPG Waru didukung oleh 48 tenaga relawan. Operasional perdana dijadwalkan mulai 2 Februari, dengan persiapan dapur dilakukan sehari sebelumnya. “Tanggal 1 persiapan, tanggal 2 Februari, pengiriman pertama ke sekolah-sekolah,” katanya.

Baca Juga: Lawan Kejari PPU, Pengacara Eks Direktur BUMDes Sepaku: Kerugian Negara Belum Ada!

Ia memastikan bahwa data penerima manfaat telah diverifikasi, termasuk pendataan siswa yang memiliki alergi makanan. “Dari setiap sekolah sudah terdata siswa-siswa yang alergi, sehingga menu juga disesuaikan. Ada menu pengganti untuk mereka,” ungkapnya.

Dalam pelaksanaannya, Rizki memastikan SPPG Waru juga berkomitmen memberdayakan UMKM dan warung sekitar. Bahan pangan diperoleh dari pelaku usaha lokal dengan pengelompokan dalam empat kategori, yaitu bahan kering, bahan basah, serta hasil alam seperti sayuran yang dikelola dengan sistem dan suhu tertentu sesuai standar keamanan pangan.

“Ini murni pemberdayaan masyarakat. Tidak ada bahan yang diambil dari luar daerah,” tegasnya. Ia menyebut, menu makanan sendiri telah dirancang oleh tim gizi untuk periode satu bulan, dan akan dievaluasi secara berkala sebelum diterapkan untuk jangka waktu lebih panjang. (*/riz)

Editor : Muhammad Rizki
#Makan Bergizi Gratis (MBG) #Penajam Paser Utara (PPU) #SPPG Waru