PENAJAM – Usaha peternakan ayam pedaging dan petelur di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) hingga kini masih didominasi oleh pihak swasta. Baik melalui sistem kemitraan maupun usaha mandiri skala kecil. Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten PPU Ristu Pramula mengatakan, untuk di wilayah PPU, hampir tidak ditemukan pengembangan ayam kampung dalam skala besar.
“Kalau ayam lokal atau ayam kampung, di Penajam ini belum ada yang membesarkan dalam jumlah besar, yang banyak itu justru ayam potong atau ayam pedaging,” ujarnya, Jumat (30/1/2026).
Menurutnya, peternakan ayam pedaging di PPU umumnya dijalankan melalui sistem kemitraan antara peternak perorangan dengan perusahaan. Dalam sistem ini, peternak membangun kandang secara mandiri, kemudian bekerja sama dengan perusahaan sebagai plasma.
“Karena kemitraan, mulai dari bibit, pakan, sampai obat-obatan semuanya disediakan oleh perusahaan. Peternaknya terikat kerja sama atau MoU dengan perusahaan,” jelasnya.
Ia menambahkan, karena dijalankan secara perorangan dan bukan dalam kelompok tani. Peternak ayam pedaging kemitraan tersebut tidak masuk dalam pembinaan langsung Distan.
“Kalau mereka tergabung dalam kelompok tani, bisa masuk ke kita. Tapi karena ini perorangan, jadi tidak masuk. Namun datanya tetap masuk ke kami,” katanya.
Sementara itu, untuk peternakan ayam petelur, Ristu menyebutkan sistemnya berbeda. Ayam petelur di PPU tidak menggunakan pola kemitraan, melainkan dijalankan secara mandiri oleh pelaku usaha.
“Ayam petelur ini tidak ada kemitraannya. Mereka mandiri, kebanyakan skala UMKM,” ujarnya.
Saat ini, jumlah peternak ayam petelur yang terdata di Distan PPU hanya sekitar 10 orang. Menurutnya, salah satu kendala utama adalah kebutuhan modal yang cukup besar. Sebab seluruh operasional ditanggung sendiri oleh peternak. Meski begitu, dirinya menyebutkan tidak ada kendala berarti terkait pasokan pakan.
“Karena mandiri, tergantung modal. Kalau modalnya besar, skalanya juga bisa besar. Mereka pakannya beli sendiri, bahkan banyak yang meracik pakan sendiri,” jelasnya.
Editor : Muhammad Ridhuan