KALTIMPOST.ID, PENAJAM – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polres Penajam Paser Utara segera memasuki tahap operasional. Seluruh proses pembentukan dan kesiapan dinyatakan hampir rampung.
Wakapolres Penajam Paser Utara Kompol Awan Kurnianto mengatakan, progres SPPG saat ini sudah berada di tahap akhir. Badan Gizi Nasional telah menunjuk Kepala SPPG Polres PPU atas nama Yogi.
“Alhamdulillah, Kepala SPPG sudah ditunjuk dan saat ini mulai berkantor di SPPG,” ujar Awan saat ditemui Tim Percepatan Pembangunan SPPG Polres PPU, Selasa (3/2/2026).
Baca Juga: Harga Sawit Kaltim Menguat Akhir Januari, Petani Mulai Rasakan Dampaknya
Ia menjelaskan, sejumlah tahapan penting telah dilalui, salah satunya pelatihan penjamah makanan bagi relawan. Pelatihan tersebut menghadirkan Dinas Kesehatan Penajam Paser Utara sebagai narasumber.
Pelatihan itu bertujuan memastikan seluruh relawan memiliki sertifikasi penjamah makanan sesuai standar kesehatan yang ditetapkan.
Dari sisi anggaran, Awan menyebutkan dana tahap pertama telah cair dan siap digunakan. Operasional awal direncanakan dimulai pekan depan melalui tahapan uji coba.
Baca Juga: Tebang Pohon di Kebun, Warga Bengalon Tewas Tertimpa Ulin
“Sebelum berjalan penuh, akan kita lakukan trial terlebih dahulu,” katanya.
Dalam pelaksanaannya, Polres PPU juga berkoordinasi dengan berbagai pihak, mulai dari chef, ahli gizi, Kepala SPPG, hingga Badan Gizi Nasional. Koordinasi dilakukan untuk memastikan penentuan menu dan sasaran penerima manfaat tidak tumpang tindih.
“Kami dikoordinir oleh Korwil BGN, Pak Asran, agar penerima manfaat tidak bertabrakan,” ungkapnya.
Pada tahap awal, SPPG Polres PPU akan melayani sekitar 1.200 penerima manfaat. Sasaran tersebut meliputi siswa TK Bhayangkari serta SD, SMP, dan SMA yang berada dalam satu kawasan sekolah di sekitar lokasi SPPG.
“Itu rencana penerima manfaat untuk operasional pertama,” tambahnya.
Awan memastikan dapur SPPG telah dinyatakan layak dan memenuhi standar kebersihan. Meski sertifikasi laik higiene sanitasi dari Dinas Kesehatan belum terbit, pemeriksaan akan dilakukan bersamaan dengan dimulainya operasional.
Baca Juga: Berkas Kasus Ijazah Jokowi Dikembalikan Kejati DKI Jakarta, Roy Suryo Tersenyum Lebar
Selain itu, sertifikasi halal dari MUI serta sertifikasi pendukung lainnya juga akan segera diurus.
“Kelengkapan dapur sudah 100 persen. Ada beberapa koreksi dari BGN terkait tata letak dan penambahan fasilitas, seperti pemisahan area cuci basah dan kering, gudang basah dan kering, tirai, serta kaca dapur tertutup. Semua sudah diperbaiki dan diverifikasi di lapangan,” terangnya.
Dari sisi sumber daya manusia, SPPG Polres PPU didukung 30 relawan terpilih. Proses rekrutmen dilakukan secara ketat dari total 120 pendaftar.
Baca Juga: Putra Muammar Kadhafi Seif al-Islam Tewas Dieksekusi Komando di Libya
“Seleksinya melalui tes wawancara, tes tulis, dan tes praktik. Untuk juru masak, praktik dilakukan di SMK Negeri 2,” jelasnya.
Selain relawan, SPPG juga diperkuat tenaga profesional dari Badan Gizi Nasional, yakni Kepala SPPG, ahli gizi, dan akuntan. Chef yang direkrut memiliki latar belakang pendidikan D3 Tata Boga.
“Kami serius menjalankan program ini. Tidak hanya bisa memasak, tetapi juga memiliki kompetensi teknis dan keilmuan,” tegas Awan. (*)
Editor : Ery Supriyadi