Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Terungkap! Menu MBG Penyebab Murid SDN 08 Waru PPU Keracunan Ternyata Dibeli dari Pihak Ketiga

Ari Arief • Rabu, 11 Februari 2026 | 15:08 WIB

Kepala Disdikpora PPU, Andi Singkerru.
Kepala Disdikpora PPU, Andi Singkerru.

KALTIMPOST.ID,PENAJAM–Kasus dugaan keracunan makanan pada program Makan Bergizi Gratis (MBG) menimpa 25 murid SDN 08 Waru, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Rabu (11/2/2026). Menanggapi insiden tersebut, Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) PPU, Andi Singkerru, langsung melakukan peninjauan dan evaluasi total.

Andi Singkerru yang baru saja mendarat dari agenda Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pendidikan di luar daerah, langsung menuju Puskesmas Waru untuk memastikan kondisi para murid.

“Saya tadi langsung dari puskesmas. Dari 25 anak yang terdampak, Alhamdulillah semuanya sudah diperbolehkan pulang. Tadi istri wakil bupati juga sudah berkunjung ke sana untuk melihat kondisi anak-anak,” kata Andi Singkerru saat memberikan keterangan, Rabu sore.

Baca Juga: BREAKING NEWS: Diduga Keracunan Menu MBG, 22 Murid SDN 08 Waru PPU Dilarikan ke Puskesmas

Kronologi dan Penyebab: Menu 'Titipan' UMKM

Peristiwa tersebut dilaporkan terjadi sekitar pukul 10.00 Wita, tepat saat jam istirahat sekolah. Berdasarkan hasil penelusuran sementara, Andi mengungkapkan adanya dugaan penyimpangan prosedur dalam penyediaan menu hari itu oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Pihak SPPG mengakui bahwa sebagian menu MBG yang disajikan hari ini tidak dimasak sendiri, melainkan dibeli dari pihak ketiga atau UMKM masyarakat.

“Info dari SPPG, memang benar ada menu yang dibeli dari masyarakat hari ini. Kami sudah konfirmasi dan mereka membenarkan ada pembelian luar. Namun, saya tegaskan ini adalah yang terakhir kalinya,” kata Andi dengan nada tegas.

Instruksi Keras: Larang Makanan Luar, Harus Olah Sendiri

Baca Juga: Puluhan Siswa SD 008 Waru Alami Muntah dan Pusing Usai Santap MBG, Ini Penjelasan Puskesmas

Pasca-kejadian ini, Andi Singkerru langsung memberikan pengarahan keras kepada petugas SPPG di wilayah Waru agar kejadian serupa tidak terulang. Ia menekankan bahwa standar MBG mewajibkan makanan diolah langsung oleh petugas resmi yang telah direkrut dan dilatih.

Menurutnya, tujuan utama perekrutan petugas pengolah adalah untuk menjamin higienitas dan kandungan gizi sesuai standar nasional.

“Makan tidak boleh diambil dari luar. Harus diolah sendiri oleh SPPG. Itulah gunanya kita merekrut dan melatih petugas pengolah, agar makanan yang sampai ke tangan anak-anak benar-benar higienis, bergizi, dan terpantau kualitasnya,” imbuhnya.

Evaluasi Total Program MBG

Baca Juga: Lansia Bakal Mendapatkan MBG, Kemensos dan BGN Matangkan Prioritas Usia di Atas 75 Tahun

Selain menu makanan, Disdikpora juga menyoroti informasi mengenai minuman kemasan yang diduga telah melewati masa kedaluwarsa (expired). Seluruh sampel makanan dan minuman kini tengah dalam proses pemeriksaan lebih lanjut.

Andi berharap insiden ini menjadi bahan evaluasi besar bagi seluruh satuan pelayanan di PPU untuk lebih berhati-hati dan disiplin dalam menjalankan Standar Operasional Prosedur (SOP).

“Ini pelajaran penting. Kedepannya, SPPG harus lebih ketat. Jangan sampai niat baik memberikan gizi gratis justru berisiko bagi kesehatan anak-anak kita,” tegasnya.(*)

Editor : Thomas Priyandoko
#keracunan #Andi Singkerru #murid #SPPG #SDN #Mbg