Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Data Dapodik Tak Akurat, Disdikpora PPU Ingatkan Sekolah Bisa Kehilangan Bantuan

Ahmad Maki • Rabu, 25 Februari 2026 | 13:54 WIB

Andi Singkerru
Andi Singkerru

KALTIMPOST.ID, PENAJAM – Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Penajam Paser Utara (Disdikpora) Penajam Paser Utara Andi Singkerru, menegaskan pentingnya akurasi dan sinkronisasi data pendidikan. Khususnya antara data pokok pendidikan (Dapodik) dan kondisi aktual di lapangan.

Ia menyampaikan bahwa pihaknya telah meminta Bidang Pendidikan Dasar (Dikdas) untuk bersama-sama turun langsung ke lapangan melakukan pendataan. Menurutnya, jantung Disdikpora berada di bidang Dikdas sehingga validitas data harus benar-benar dijaga.

“Persoalan konektivitas antara dapodik dengan kondisi aktual di lapangan harus sinkron. Karena pemerintah pusat memberikan bantuan itu lebih banyak melihat data di dapodik,” ujar Andi, Rabu (25/2/2026).

Ia mencontohkan pada tahap ketiga tahun lalu, terdapat 27 sekolah yang menerima bantuan. Namun, enam sekolah di antaranya menolak bantuan karena data yang tercantum tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya, termasuk adanya rumah dinas yang sudah tidak ada tetapi tetap tercatat dan mendapat alokasi bantuan.

Untuk itu, Andi meminta seluruh jajaran, termasuk kepala sekolah, aktif melakukan pembaruan dan pelaporan data secara berkala. Ia menegaskan bahwa jumlah siswa harus sesuai dengan kondisi riil dan wajib dilaporkan setiap enam bulan melalui dapodik.

“Perubahan data, termasuk mutasi siswa, harus segera dilaporkan dan dimasukkan ke dapodik. Itu menyangkut data penting seperti Nomor Induk Siswa Nasional (NISN) yang diterbitkan dari pusat,” jelasnya.

Ia menerangkan, jika ada siswa yang pindah, maka datanya harus segera diperbarui agar NISN dapat dipindahkan ke sekolah tujuan. Begitu pula sebaliknya, siswa yang masuk harus segera tercatat agar tidak terjadi kekeliruan administrasi.

Andi berharap, dengan sinergi antara Disdikpora dan satuan pendidikan, ke depan tidak lagi terjadi ketidaksesuaian data yang berpotensi menghambat penyaluran bantuan dari pemerintah pusat.

“Mudah-mudahan dengan kita bersinergi, tidak lagi terjadi hal-hal yang unik atau ketidaksesuaian data di lapangan,” pungkasnya. (*)

Editor : Duito Susanto
#penyaluran bantuan #penajam paser utara #Andi Singkerru #ppu #data dapodik #akurasi data #DISDIKPORA PPU