KALTIMPOST.ID,PENAJAM-Warga Kelurahan Sepaku, Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) digemparkan dengan hilangnya seorang warga saat sedang beraktivitas di kebun. Setelah dilakukan pencarian intensif selama hampir 24 jam, korban yang diketahui bernama Jikram (65), ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Minggu (5/4) pagi.
Jasad warga Jalan Datu Nondol, RT 03, Kelurahan Sepaku ini ditemukan mengapung di sungai dengan luka yang cukup mengenaskan. Kuat dugaan, korban menjadi korban keganasan predator air (buaya) saat tengah beraktivitas di pinggir sungai dekat kebunnya.
Peristiwa memilukan ini bermula pada Sabtu (4/4) pagi, sekitar pukul 05.30 WITA. Seperti rutinitas biasanya, Jikram berangkat menuju kebun karet untuk menyadap (deres) getah. Pihak keluarga mulai merasa cemas saat waktu menunjukkan pukul 10.00 WITA, namun korban tak kunjung pulang ke rumah.
Rasa khawatir tersebut terbukti saat pihak keluarga dan warga melakukan pengecekan ke kebun. Di sana, mereka hanya menemukan barang-barang pribadi korban berupa ponsel, rokok, dan topi yang tertinggal di pondok istirahat. Namun, sang pemilik barang tak terlihat di mana pun.
Operasi Pencarian Gabungan
Mendapat laporan kehilangan, Tim Gabungan yang terdiri dari BPBD PPU, DPKP Pos Sepaku, Basarnas, Polsek Sepaku, pihak Kecamatan, Kelurahan, serta dibantu warga setempat langsung bergerak cepat.
"Pencarian hari pertama dilakukan hingga dini hari pukul 01.30 WITA, baik melalui jalur darat maupun penyisiran sungai menggunakan perahu. Namun, saat itu hasilnya masih nihil," kata Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten PPU, Nurlaila, Minggu (5/4).
Pencarian baru membuahkan hasil pada hari kedua, Minggu (5/4). Sekitar pukul 08.45 Wita, tim menerima informasi dari warga yang berkebun di sekitar sungai bahwa ada jasad manusia yang mengapung.
Tim segera menuju titik koordinat 0.8790S 116.7628E. Jasad Jikram ditemukan berjarak sekitar 150 meter dari lokasi awal dia diduga hilang. Kondisi jenazah menunjukkan luka serius di bagian leher dan pergelangan tangan kanan.
"Secara visual, terdapat luka di leher dan lengan kanan yang diduga kuat merupakan bekas terkaman binatang buas (buaya). Kejadian ini diperkirakan terjadi saat korban hendak mengambil air di pinggir sungai dekat kebunnya," kata Nurlaila.
Pasca-evakuasi, jenazah korban langsung dibawa ke rumah duka untuk proses pemulasaraan. Dengan ditemukannya korban, operasi pencarian secara resmi dinyatakan ditutup dan seluruh unsur tim gabungan kembali ke pos masing-masing.
Tragedi ini menjadi peringatan keras bagi warga, terutama yang beraktivitas di sekitar bantaran sungai di wilayah Sepaku, untuk selalu waspada terhadap ancaman serangan binatang buas yang kerap muncul secara tiba-tiba.(*)
Editor : Thomas Priyandoko