KALTIMPOST.ID, PENAJAM — Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) mencatat tren penurunan harga sejumlah komoditas pangan yang sempat melonjak selama Lebaran. Harga daging, telur, ayam, dan cabai kini mulai kembali normal.
Asisten II Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Kabupaten PPU, Hadi Saputro, menyampaikan beberapa komoditas yang masih menyumbang inflasi antara lain ikan tongkol (0,43%), cabai (0,12%), terong (0,19%), semangka, dan tomat (0,08%). Sementara komoditas yang mengalami deflasi meliputi ayam ras, daging, sawi hijau, dan kangkung.
“Yang mengalami deflasi karena pasokan melimpah dari petani lokal,” kata Hadi, Selasa (7/4/2026).
Baca Juga: Update Harga Emas Antam Hari Ini, 7 April 2026: Naik Rp 19.000, Ini Rincian Harga Terbarunya
Untuk menjaga stabilitas harga, Pemkab PPU telah melakukan berbagai langkah. Salah satunya adalah pelepasan stok cadangan pangan ke pasar-pasar di wilayah kabupaten.
“Intervensi kami meliputi gerakan Pasar Murah, penyaluran beras SPHP, serta pemanfaatan surplus produksi padi lokal untuk mengendalikan harga beras dan minyak goreng,” ujarnya.
Selain itu, langkah jangka pendek juga dijalankan, seperti operasi pasar, pemantauan harga harian, kerja sama antar daerah (KAD), dan optimalisasi data neraca pangan. Perangkat daerah juga diminta memperkuat intervensi pada sisi produksi dengan dukungan kepada petani dan nelayan. Tim teknis melakukan monitoring inflasi serta pelaporan rutin kepada pimpinan daerah.
“Diharapkan melalui langkah-langkah ini, inflasi daerah tetap terkendali dan daya beli masyarakat terjaga,” jelas Hadi.
Baca Juga: Kampung Nelayan Merah Putih Segera Hadir di PPU, Ini Dampaknya bagi Warga Pesisir
Selain fokus pada harga pangan, pemerintah daerah juga mengantisipasi potensi musim kemarau panjang sesuai peringatan dini dari BMKG.
“Para petani diimbau mempersiapkan langkah mitigasi untuk menjaga produktivitas tanaman pangan,” sambungnya.
Beberapa langkah yang disarankan meliputi penyediaan embung air, pembuatan sumur resapan, serta optimalisasi sistem irigasi di lahan pertanian.
“Kami terus memantau situasi di lapangan dan memastikan ketersediaan air serta pangan tetap terjaga di tengah tantangan perubahan iklim,” tutupnya. (*)
Editor : Ery Supriyadi