Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Manasik Haji PPU 2026: Fokus Layanan Ramah Lansia dan Kepedulian Sosial Jamaah

Ari Arief • Rabu, 15 April 2026 | 14:00 WIB
Kepala Kantor Kementerian Agama PPU, Muhammad Syahrir, pembicara utama pada manasik haji.(ist/kp)
Kepala Kantor Kementerian Agama PPU, Muhammad Syahrir, pembicara utama pada manasik haji.(ist/kp)

KALTIMPOST.ID,PENAJAM-Persiapan jamaah calon haji (JCH) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) kini memasuki fase krusial.

Dalam agenda Manasik Haji Terintegrasi di Aula Pusat Layanan Haji dan Umrah Terpadu, Selasa (14/4), Kepala Kantor Kemenag PPU, Muhammad Syahrir, mengingatkan bahwa tantangan haji tahun 2026 bukan sekadar ketahanan fisik, melainkan kepedulian sosial antarsesama jamaah.

Tahun ini, pelayanan haji kembali mengusung mandat khusus: ramah lansia, disabilitas, dan perempuan.

Baca Juga: Pipa Diperbaiki, Air di Penajam dan Sekitarnya Bakal Mati Sementara Mulai Kamis Pagi

"Ini bukan sekadar tagline, tapi bentuk kehadiran negara untuk memastikan kelompok rentan tetap bisa beribadah dengan nyaman dan aman," tegas Muhammad Syahrir di hadapan para calon tamu Allah tersebut.

Tidak hanya soal ritual ibadah, Muhammad Syahrir secara detail membedah teknis perjalanan udara. Mulai dari standar keselamatan penerbangan hingga cara penggunaan fasilitas di dalam pesawat.

 Hal ini dianggap vital mengingat durasi perjalanan yang panjang menuju Tanah Suci seringkali menjadi titik lelah bagi jamaah.

Baca Juga: ​11 WNA Dideportasi dari Balikpapan Selama 2026, Mayoritas Tergiur Peluang di IKN  

Muhammad Syahrir juga menaruh harapan besar pada pundak para petugas haji. Ia meminta para petugas tidak hanya bekerja secara administratif, tapi juga menggunakan "mata hati".

“Petugas harus peka. Situasi di lapangan itu dinamis. Komunikasi yang baik adalah kunci agar jamaah merasa terlayani dan tenang selama menjalankan rukun demi rukun di Tanah Suci,” imbuhnya.

Baginya, manasik terintegrasi ini merupakan fondasi mental. Selain mengejar predikat mabrur, jemaah diajak untuk menjaga keikhlasan niat dan kesehatan fisik.

"Terpanggil menjadi tamu Allah adalah anugerah besar. Syukuri itu dengan menjaga kekhusyukan dan kesehatan sejak dari Tanah Air," katanya.

Ia juga menegaskan bahwa petugas haji yang mendapat amanah harus menjalankan tugas secara profesional dan penuh tanggung jawab, khususnya dalam memberikan pelayanan kepada jamaah lansia, penyandang disabilitas, dan perempuan.

Menurutnya, kelompok tersebut memerlukan perhatian dan perlakuan khusus agar dapat menjalankan ibadah dengan nyaman dan aman.

Dengan sinergi antara kesiapan jamaah dan profesionalisme petugas, pelaksanaan haji asal Benuo Taka tahun ini diharapkan berjalan lebih tertib dan minim kendala.(*)

Editor : Thomas Priyandoko
#calon jamaah haji #Musim Haji 2026 #ppu #penajam