KALTIMPOST.ID,PENAJAM-Menyongsong momentum Hari Bhayangkara ke-80, jajaran Kepolisian Resor (Polres) Penajam Paser Utara (PPU) semakin intens turun ke tengah masyarakat.
Mengusung semangat pengabdian delapan dekade, Kapolres PPU, AKBP Andreas Alek Danantara memimpin langsung aksi kemanusiaan bertajuk “Polsek Penajam Berbagi”, Rabu (15/4).
Bertempat di Mako Polsek Penajam, Kelurahan Penajam, suasana hangat menyelimuti penyaluran 60 paket sembako bagi warga prasejahtera.
Baca Juga: Sektor Makanan Minuman Kaltim Tumbuh 15 Persen, MIICCI Buka Pintu Ekspor ke Asia Hingga Eropa
Tak sekadar seremoni, bagi AKBP Andreas Alek, aksi ini adalah manifestasi nyata dari tema besar Polri untuk masyarakat.
"Hari Bhayangkara bukan hanya soal peringatan usia, tapi soal sejauh mana kehadiran Polri dirasakan manfaatnya oleh warga. Bakti sosial ini adalah wujud empati untuk meringankan beban masyarakat sekaligus mempererat silaturahmi yang sudah terjalin baik di Benuo Taka," ujar Kapolres yang didampingi Ketua Bhayangkari Cabang PPU, Ny. Ayu Alek.
Di hadapan para personel, perwira menengah melati dua ini juga menitipkan pesan tajam. Memasuki usia ke-80, Polri dituntut lebih profesional dan humanis. Ia menegaskan tidak ada ruang bagi pelanggaran integritas, terutama penyalahgunaan narkoba.
Baca Juga: Sudah Tersangka Korupsi, Kadis Ketahanan Pangan Kutim Belum Dicopot? Ini Penjelasan Wabup Mahyunadi
"Pelayanan harus cepat, tepat, dan tanpa sekat. Anggota Polri wajib menjadi teladan di masyarakat," tegasnya di depan jajaran pejabat utama dan Kapolsek Penajam AKP Syaifudin.
Selain berbagi bantuan, momen ini juga dimanfaatkan untuk memperkuat sinergi keamanan. Masyarakat diajak menjadi mitra aktif dalam menjaga kondusivitas lingkungan. Kapolres mengimbau warga agar tidak ragu memanfaatkan layanan Call Center 110 jika menemukan potensi gangguan kamtibmas.
Kegiatan yang ditutup dengan ramah tamah ini menjadi bukti bahwa di usianya yang ke-80, institusi Polri, khususnya Polres PPU, berupaya terus menanggalkan kesan kaku dan lebih mengedepankan wajah pelindung yang merakyat.(*)
Editor : Thomas Priyandoko