KALTIMPOST.ID, PENAJAM–Kepanikan warga Kompleks Perumahan Nenang Permai, Jl. Provinsi, Km
4, Nenang, Kecamatan Penajam, Penajam Paser Utara (PPU) pecah pada Sabtu (18/04/2026) pagi.
Kobaran api tiba-tiba membumbung tinggi dari salah satu hunian warga di lingkungan RT 11 di tempat itu sekitar pukul 05.55 Wita, dan mengancam permukiman padat di kawasan tersebut.
Namun, berkat respons cepat dan kolaborasi solid tim gabungan, musibah ini berhasil dikendalikan sebelum meluas lebih jauh.
Baca Juga: Kebakaran di Grogol Jakarta Renggut 5 Nyawa: Sepeda Listrik Tengah Dicas Ditemukan di Lokasi
Berdasarkan data yang dihimpun dari Pusdalops Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) PPU, laporan resmi diterima petugas pada pukul 05.57 Wita.
Dalam hitungan menit, personel gabungan dari berbagai unsur langsung terjun ke lokasi yang berada di Gang Damai III itu.
Sementara itu, Kapolres PPU, AKBP Andreas Alek Danantara melalui Kabag Ops AKP Aan Suharmanto, menyampaikan bahwa kecepatan koordinasi untuk menangani kasus ini menjadi faktor kunci dalam penanganan darurat ini.
Baca Juga: Dinsar Perkim Paser Targetkan Rehabilitasi Rumah Korban Kebakaran Muara Adang
“Kami juga bergerak cepat begitu menerima laporan. Sinergi antarinstansi menjadi kunci, sehingga api dapat segera dipadamkan dan tidak merembet lebih luas,” kata AKP Aan Suharmanto.
Upaya pemadaman melibatkan kekuatan penuh lintas sektoral. Tercatat, unit pemadam dari DPKP Pos Penajam mengerahkan dua armada, disusul satu unit mobil tangki dan dua mobil operasional BPBD PPU.
Kepala Pelaksana BPBD PPU, Nurlaila yang tampak berada di tengah-tengah pemadaman api, melaporkan bahwa meski api berhasil dipadamkan, dampak kebakaran mencakup tiga unit bangunan.
Baca Juga: Pemkot Bangun Pasar Sementara Pasca Kebakaran Pasar Segiri, Tampung 140 Pedagang
"Rinciannya, dua unit rumah mengalami rusak berat, sementara satu unit lainnya terdampak pada area dapur dengan kategori rusak ringan," kata Nurlaila dalam laporan resmi kepada Bupati PPU, Mujiat Noor.
Musibah ini berdampak pada tiga kepala keluarga (KK) dengan total 7 jiwa. Para korban terdampak adalah keluarga Bahrun (2 jiwa), Ika Purwanti (3 jiwa), serta Jubaidah dan penyewa rumah bernama Sahri (2 jiwa). Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam peristiwa ini.
Di lapangan, operasi pemadaman dan pendinginan juga dikawal ketat oleh petugas PLN untuk mengantisipasi korsleting arus listrik, serta didukung oleh personel Dishub, Satpol PP, Babinsa, Bhabinkamtibmas, aparat kelurahan, hingga warga sekitar yang bahu-membahu melokalisir api.
Baca Juga: Waspada! 19 Kasus Kebakaran Terjadi di Kabupaten Paser Sejak Awal Tahun 2026
Sejumlah pejabat daerah, termasuk Camat Penajam dan Lurah Nenang, juga tampak memantau langsung proses penanganan di lokasi kejadian.
Hingga berita ini diturunkan, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan pihak kepolisian. Aparat telah melakukan pengamanan lokasi dan pendataan saksi-saksi.
“Kami mengimbau masyarakat untuk lebih waspada terhadap potensi kebakaran, terutama di kawasan padat, serta segera melapor melalui layanan darurat 112 agar dapat ditangani dengan cepat,” kata AKP Aan Suharmanto. (*)
Editor : Almasrifah