KALTIMPOST.ID, PENAJAM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Penajam Paser Utara (PPU) melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bergerak cepat memberikan dukungan bagi keluarga korban yang ditemukan meninggal dunia setelah sebelumnya dilaporkan hilang di kawasan hutan PT Fajar Surya Swadaya (FSS).
Minggu (19/4) sore sekitar pukul 17.40 Wita, tim BPBD PPU menyambangi kediaman almarhum Tusiman (65) di RT 02, Desa Giripurwa, Kecamatan Penajam.
Kedatangan tim ini bertujuan untuk menyerahkan bantuan logistik sebagai bentuk kepedulian pemerintah daerah kepada keluarga yang ditinggalkan.
Baca Juga: Zakat ASN Balikpapan Melonjak, 4.000 Mustahik Terima Santunan Rp 500 Ribu per Orang
“Bantuan ini merupakan bentuk simpati dan dukungan moril dari pemerintah daerah. Kami berharap bantuan logistik ini dapat sedikit meringankan beban keluarga dalam masa berkabung ini,” kata Kepala Pelaksana BPBD PPU, Nurlaila, melalui laporan resminya, dikutip Senin (20/4).
Bantuan yang diserahkan meliputi kebutuhan pokok seperti beras sebanyak 50 kilogram, 5 dus mi instan, telur, air mineral, paket sembako, hingga perlengkapan pendukung seperti selimut.
Penyerahan bantuan ini juga disaksikan oleh perangkat Pemerintah Desa Giripurwa, Babinsa, Bhabinkamtibmas, serta jajaran Pospol Petung.
Tusiman sebelumnya menjadi sorotan setelah dilaporkan hilang pada Sabtu (18/4) di area Patok 90 Desa Muara Toyu, Kecamatan Longkali, Kabupaten Paser. Setelah dilakukan upaya pencarian, korban akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.
“Sinergi di lapangan sangat krusial, mulai dari proses pencarian hingga pendampingan logistik pascakejadian. Kami hadir untuk memastikan keluarga terdampak mendapatkan perhatian yang semestinya,” tambah Nurlaila.
Kepulangan korban ke Giripurwa disambut duka mendalam oleh pihak keluarga dan tetangga. Dengan bantuan logistik ini, diharapkan persiapan doa bersama atau tahlilan di rumah duka dapat terbantu secara konsumsi. (*)
Editor : Almasrifah