PENAJAM – Menjelang keberangkatan jamaah calon haji Penajam Paser Utara (PPU) yang tergabung dalam Kloter 8 Embarkasi Balikpapan, kesiapan fisik dan kesehatan menjadi prioritas utama, sebab para jemaah diprediksi akan menghadapi cuaca ekstrem di Arab Saudi yang saat ini memasuki musim peralihan.
Tenaga Kesehatan Haji Daerah (TKHD) PPU, dr One Ari Agustin menjelaskan, bahwa suhu di tanah suci diperkirakan mencapai 39°C hingga 42°C. Untuk memitigasi risiko dehidrasi dan heatstroke, petugas telah membekali jemaah dengan sejumlah alat pelindung diri (APD) dan protokol kesehatan yang ketat.
Ia menekankan pentingnya penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) saat beraktivitas di luar ruangan. “Seperti topi dan payung untuk berlindung dari paparan langsung matahari. kacamata hitam dan sunscreen guna melindungi kulit dan mata serta semprotan air air zamzam untuk menjaga kelembapan wajah,”kata dr One, sapaan dr One Ari Agustin, dikonfirmasi media ini, Minggu (26/4/2026).
Selain itu, Jemaah juga diwajibkan menjaga asupan cairan dengan minum air putih minimal 200 cc setiap jam, atau satu - dua teguk setiap 15 menit, tanpa menunggu rasa haus muncul. “Setiap jemaah juga telah dibekali 10 saset oralit sebagai bagian dari starter kit kesehatan mereka,” ujarnya.
Baca Juga: Harga Plastik Melonjak, Pedagang Sayur di Penajam Keluhkan Penurunan Pendapatan
Dari total 149 jemaah haji asal PPU, sekitar 60 – 70 persen masuk dalam kategori risiko tinggi (Risti). Kategori ini didominasi oleh lansia dan jemaah yang memiliki penyakit penyerta (komorbid), seperti hipertensi (tekanan darah tinggi), diabetes melitus (kencing manis) serta penyakit jantung.
“Terkait persyaratan administrasi kesehatan, seluruh jamaah dipastikan telah menyelesaikan tahapan vaksinasi wajib, yang meliputi vaksin meningitis, polio, dan Covid-19,” jelasnya.
Dr One juga menghimbau agar jamaah yang hendak memasuki masa sepuluh hari menjelang keberangkatan untuk mulai membatasi aktivitas sosial, termasuk acara syukuran besar-besaran yang menguras energi.
"Kami sarankan jemaah untuk fokus beristirahat. Maksimal H-3 keberangkatan sudah tidak boleh ada acara-acara lagi. Untuk sekarang, cukup olahraga ringan seperti jalan kaki 30 menit di sekitar rumah dan menjaga pola makan," pungkasnya.
Diberitakan sebelumnya, Kementerian Haji Kabupaten PPU mengonfirmasi bahwa terdapat 149 jemaah asal PPU yang akan diberangkatkan menuju tanah suci. Dari total tersebut,148 jemaah dijadwalkan masuk dalam Kloter 8 Embarkasi Balikpapan, sementara satu jemaah sisanya akan menyusul di Kloter 14 Balikpapan.
Jamaah yang tergabung dalam Kloter 8 direncanakan berangkat pada 6 Mei 2026 mendatang. Mereka dijadwalkan tiba dan diterima di Embarkasi Balikpapan pada pukul 21.00 Wita. (*)
Editor : Sukri Sikki