KALTIMPOST.ID, PENAJAM–Perluas cakupan layanan air bersih bagi masyarakat Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Pemkab PPU berencana akan meresmikan salah satu proyek Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Waru, yang saat ini diklaim telah memasuki tahap finishing dan siap dioperasikan dalam waktu dekat.
Direktur Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Danum Taka (AMDT) PPU Abdul Rasyid menegaskan, recana peresmian telah diagendakan pada akhir bulan lalu (April). "Namun, karena ada sedikit penyesuaian, jika tidak ada halangan, peresmian akan dilakukan pada minggu pertama atau kedua bulan ini, menyesuaikan ketersediaan waktu bupati," kata Abdul Rasyid ditemui di Kantor Bupati PPU, belum lama ini.
SPAM Waru diproyeksikan memiliki kapasitas sebesar 40 liter per detik. Dengan kapasitas tersebut, layanan air bersih di wilayah Waru ditargetkan dapat terlayani hingga 100 persen.
Kecuali untuk wilayah Desa Api-Api. Karena karakteristik wilayah tersebut berada di daerah perbukitan, dengan jumlah penduduk terbatas. Jadi lebih tepat untuk ditangani melalui program Pamsimas," jelasnya.
Sementara itu, menyadari akan cakupan layanan air bersih saat ini baru mencapai 42 persen, serta adanya keterbatasan fiskal daerah, lanjut Rasyid, Bupati PPU Mudyat Noor berencana melakukan terobosan dengan menggandeng pihak swasta melalui skema nota kesepahaman (MoU).
Kerja sama itu akan difokuskan pada pengadaan Water Treatment Plant (WTP) untuk melayani kawasan-kawasan yang selama ini sulit terjangkau. Seperti Maridan, Pantai Lango, Jenebora hingga Sotek.
Dalam skema itu, pihak swasta akan mendanai seluruh proyek pembangunan IPA (Installation Pengolahan Air), sementara pemerintah daerah yang akan membeli air curah tersebut untuk disalurkan kepada masyarakat.
"Pembangunan jaringan perpipaan diharapkan mendapat dukungan bantuan keuangan dari Pemerintah Provinsi," ucapnya.
Selain itu, Pemkab PPU juga telah menetapkan target agar capaian cakupan layanan air bersih sebesar 70 hingga 80 persen pada 2028. Target tersebut bertumpu pada tiga pilar utama, yakni kerja sama swasta, koordinasi dengan Otorita IKN, dan optimalisasi SPAM Regional.
Khusus untuk wilayah yang bersinggungan dengan Ibu Kota Nusantara (IKN), pihak Otorita IKN telah memberikan lampu hijau untuk membantu penyambungan air bersih ke 10 kelurahan dan desa dengan target 6.114 sambungan rumah (SR).
"Saat ini PDAM sedang menyusun detail perencanaan (DED), dan tim di lapangan tengah melakukan pendataan by name by address. Untuk tahap pertama, ditargetkan sekitar 2.000 sambungan rumah gratis dari Otorita IKN dapat terealisasi tahun ini," pungkasnya.
Baca Juga: Resmi Naik! Cek Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru per 4 Mei 2026, Ada yang Tembus Rp 27 Ribu?
Rasyid mengakui, sementara itu, yang menjadi PR besar adalah wilayah Babulu, meski belum tersentuh sama sekali, pemerintah masih menaruh harapan besar pada pengembangan SPAM Regional. (*)
Editor : Dwi Restu A