Komite PAUD IT Muslihah Jamin Keamanan Anak di Tengah Maraknya Kasus Daycare

Ahmad Maki • Dipublikasikan Selasa, 5 Mei 2026 | 14:57 WIB
RAMAH ANAK: Suasana di TPA Muslihah yang dikelola dengan mengedepankan hak-hak anak dan pengasuhan penuh kasih sayang. (FOTO: AHMAD MAKI/KP)
RAMAH ANAK: Suasana di TPA Muslihah yang dikelola dengan mengedepankan hak-hak anak dan pengasuhan penuh kasih sayang. (FOTO: AHMAD MAKI/KP)

PENAJAM- Berkaca pada kasus dugaan kekerasan pada tempat penitipan anak (daycare) yang belum lama ini tejadi, seperti kasus daycare Little Aresha di Yogyakarta, yang menimpa setidaknya 53 anak mengalami tindakan kekerasan seperti anak-anak yang diikat kakinya, tangannya diikat, dan beberapa dari anak di sana mengalami luka-luka. Menjadi perhatian tersendiri bagi Komite Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Islam Terpadu (IT) Muslimah Harapan Ummah (Muslihah) Penajam Paser Utara (PPU).

"Kami ingin memastikan anak-anak di lingkungan PAUD IT Muslihah aman dan nyaman, salah satunya Tempat Pengasuhan Anak (TPA) IT Muslihah," ujar Ketua komite PAUD IT Muslihah Penajam, Vita Marinda Noor, saat melakukan kunjungan ke TPA IT Muslihah yang berhelat di Jl Sahrun, Kelurahan Nipah Nipah, Selasa (5/5/2026).

Ia menyebutkan, kunjungan ini diharapkan dapat mempererat tali silaturahmi antara pengurus komite dengan pihak sekolah. Sekaligus memberikan gambaran mengenai keseharian serta pola pengasuhan di TPA IT Muslihah. "Sejauh yang saya tahu, para ustazah di sini sudah bersertifikasi dan sarjana PAUD, jadi memang kompeten di bidangnya," katanya.

Ia menambahkan, bahwa keberadaan TPA di PAUD IT Muslihah sangat membantu para ibu, baik yang bekerja di kantor, agar dapat menitipkan anak mereka tanpa rasa cemas. "Selain fungsi pengawasan, kami juga berperan sebagai mediator komunikasi antara orang tua dan pihak sekolah. Memberikan solusi jika terdapat kendala pada anak," jelasnya.

Sementara itu, Kepala TK Muslihah PPU, Maya Murtiasih, mengakui akan adanya kekhawatiran dan rasa waswas di kalangan orang tua yang menitipkan anaknya. Lantaran sempat beredar berita kasus dugaan kekerasan pada tempat penitipan anak (daycare) yang belum lama ini terjadi di kota - kota besar yang belum lama ini terjadi.

Namun, kepada pihak orang tua atau wali murid, ia menegaskan bahwa mereka memiliki Standar Operasional Prosedur (SOP) yang ketat, mulai dari proses penyambutan anak, pemberian ASI hingga ketika anak di jemput orang tuanya sudah dalam keadaan mandi, bersih dan wangi.

"Kami sangat menjaga kepercayaan orang tua. Di sini tidak ada tindakan kasar. Semua dilakukan dengan penuh kasih sayang, seperti anak sendiri," tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) PPU juga melakukan kunjungan kegiatan. Untuk meninjau langsung kualitas pengasuhan anak serta fasilitas pendidikan yang tersedia di PAUD IT Muslihah.

Kabid PPHAP, DP3AP2KB PPU, Sisvana Damayanti menambahkan, dalam mengawal isu perlindungan anak,PAUD IT Muslihah sendiri dikenal sebagai institusi yang mengelola sekolah sekaligus Tempat Penitipan Anak (TPA) yang melayani bayi mulai usia 3 bulan.

"Setelah kita melihat ke sana, fasilitas dan sistem pengasuhan anak sudah sesuai dengan ketentuan yang ada. Tenaga pengasuh juga sudah tersedia dengan baik," ujarnya.

Selain meninjau fasilitas, ia juga menekankan pentingnya peningkatan kompetensi bagi para pengasuh dan tenaga pendidik. Kedepannya, DP3A2KB berharap seluruh staf pengasuh dapat mengikuti pelatihan formal terkait Konvensi Hak Anak (KHA).

Pelatihan dianggap penting agar setiap anak mendapatkan perlindungan dan pola asuh yang terstandarisasi secara profesional. Program ini rencananya akan dijalankan melalui sinergi berkelanjutan antara pihak dinas dan komite.

"Semoga kedepannya kegiatan ini terus berjalan dan bersinergi bersama-sama untuk memastikan hak-hak anak terpenuhi," pungkasnya. (riz)

Editor : Muhammad Rizki
tpa muslihah penajam penajam daycare