Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Jelang Iduladha, PPU Waspadai Lonjakan Harga Beras, Telur, dan Minyak Goreng

Ahmad Maki • Jumat, 8 Mei 2026 | 15:10 WIB
Kepala Bagian Perekonomian Setda PPU Krisna Aditama.
Kepala Bagian Perekonomian Setda PPU Krisna Aditama.

 

PENAJAM- Meski Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) menempatkan Indeks Harga Konsumen (IHK) di posisi paling stabil dibandingkan kota-kota besar lainnya di Kaltim, dari data inflasi month-to-month (mtm/bulanan) pada Mei tahun ini yang berada di angka 0,33 persen. Atensi terhadap stabilitas harga dan ketersediaan bahan pangan pokok menjelang hari raya Idul Adha pada 26 Mei, tetap harus diantisipasi, agar tidak terjadi lonjakan inflasi seperti Maret lalu yang sempat menyentuh 1,09 persen.

Kepala Bagian Perekonomian Sekretariat Daerah PPU, Krisna Aditama menyampaikan, terdapat beberapa komoditas utama yang menjadi fokus pemantauan pada bulan – bulan sebelumnya. Seperti komuditas pada April lalu, yang memiliki andil besar terhadap konsumsi masyarakat. Seperti tomat, semangka, bawang merah serta minyak goreng. Meski harga beras sudah mulai melandai, tetapi yang menjadi atensi paling utama adalah beras, telur ayam ras, cabai rawit serta minyak goreng.

"Itu yang menjadi konsumsi masyarakat paling besar yang harus tetap kita jaga harganya supaya tidak naik atau terjadi inflasi," kata Krisna, Jumat (8/5/2026). Menanggapi isu kelangkaan minyak goreng yang sempat terjadi, ia menjelaskan bahwa hal tersebut dipicu oleh kurangnya pasokan di lapangan. Menyikapi hal itu, pemerintah daerah melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) yang melibatkan berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) telah berkoordinasi dengan Bulog dan Perumda Manuntung Sukses. Untuk memperkuat distribusi seperti suplaian, membantu dalam hal operasi pasar dan gerakan pasar murah di setiap empat titik kecamatan.

Baca Juga: Antrean Haji PPU Tembus 29 Tahun, Bupati Mudyat Noor Desak Penambahan Kuota

“Jadi harga kemasan khusus Minyakita itu, berdasarkan data yang kami rilis kemarin, itu stabil. Sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) di angka Rp15.700 per liter yang diatur oleh pemerintah,” jelasnya. Menurutnya, kemasan Minyakita produk minyak goreng rakyat atau subsidi  dengan harga standarnya harus di Rp15.700 per liter. Sedangkan minyak goreng kategori premium (tidak diatur pemerintah), harga terpantau stabil di angka Rp 22.000 per liter.

“Meskipun terdapat perbedaan harga jual pada kategori premium, misal dieceran dijual Rp24.000 per liter dari harga Rp 22.000 per liter yang dilaporkan. Itu karena premium mengikuti harga Crude Palm Oil (CPO) internasional dan permintaan pasar, sehingga tidak dipatok oleh HET,” rincinya. Menurutnya, stok komoditas pangan seperti minyak goreng, beras, dan daging sapi harus terus terjaga, guna mengendalikan stabilitas harga.

Secara historis, harga kebutuhan pokok cenderung meningkat menjelang Ramadan, Idulfitri, dan Iduladha akibat tingginya konsumsi. “Namun, tren inflasi kita menunjukkan arah yang positif. Setelah menyentuh angka 1,09% pada Maret lalu (saat periode lebaran), angka inflasi turun menjadi 0,33% pada April hingga awal Mei ini. Penurunan inflasi ini mengindikasikan bahwa harga kebutuhan pokok di pasar mulai stabil dan kembali terjangkau,” pungkasnya. (riz)

Editor : Muhammad Rizki
#Penajam Paser Utara (PPU) #iduladha #inflasi