KALTIMPOST.ID,PENAJAM-Warga Kelurahan Buluminung, Kecamatan Penajam, Penajam Paser Utara (PPU) digegerkan dengan penemuan jasad seorang wanita di area bendungan PT MHL, Selasa (12/5).
Korban yang diketahui bernama Sebena (58), ditemukan dalam kondisi meninggal dunia dengan luka parah di sekujur tubuh setelah sebelumnya dilaporkan hilang saat menyadap karet.
Baca Juga: BKPSDM PPU Segera Gelar Seleksi Terbuka untuk Lima Jabatan Eselon II, Target Pelantikan Juli
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) PPU, Nurlaila, sekira pukul 19.14 Wita, Selasa (12/5) mengonfirmasi kejadian tersebut.
Berdasarkan laporan yang diterima Pusdalops BPBD, korban diketahui berangkat dari rumah untuk menyadap karet pada pukul 07.00 Wita.
"Biasanya korban sudah kembali ke rumah pada pukul 11.00 Wita. Namun hingga siang hari korban tak kunjung pulang, sehingga warga dan pihak Kelurahan berinisiatif melakukan pencarian," kata Nurlaila.
Lantaran pencarian awal tidak membuahkan hasil, Lurah Buluminung segera melaporkan kejadian tersebut ke BPBD PPU pada pukul 13.59 Wita. Tim gabungan yang terdiri dari BPBD, DPKP Pos Sotek, TNI-Polri (Babinsa dan Bhabinkamtibmas), pihak perusahaan PT MHL, serta warga sekitar langsung dikerahkan ke lokasi penyadapan.
Baca Juga: Polres PPU Gagalkan Peredaran Sabu di Riko, Sita Uang Jutaan Rupiah dan Enam Paket Siap Edar
Setelah dilakukan penyisiran, tim akhirnya menemukan keberadaan korban di area bendungan PT MHL, yang berjarak sekitar 700 meter dari lokasi tempatnya bekerja. Namun, kondisi korban sangat memprihatinkan saat ditemukan.
"Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Terdapat beberapa bagian tubuh yang hilang, di antaranya telinga kanan serta lengan dan tangan kanan. Selain itu, bagian perut hingga punggung korban mengalami luka robek yang sangat parah," jelasnya.
Melihat kondisi luka yang dialami korban, kuat dugaan korban menjadi korban serangan hewan buas di sekitar area bendungan.
Petugas kemudian mengevakuasi jenazah korban menggunakan unit operasional BPBD menuju RSUD Ratu Aji Putri Botung (RAPB) PPU untuk penanganan medis lebih lanjut sebelum diserahkan ke pihak keluarga untuk dimakamkan.
Operasi pencarian dan evakuasi ini melibatkan sinergi dari berbagai unsur, mulai dari aparat keamanan, pihak swasta, hingga relawan dan keluarga korban.
Pihak BPBD pun mengimbau warga yang beraktivitas di sekitar hutan dan area perairan untuk tetap waspada guna menghindari kejadian serupa.(*)
Editor : Thomas Priyandoko