KALTIMPOST.ID-Pemkab Penajam Paser Utara (PPU) bersama Pemkot Balikpapan dan Pemkab Paser menggelar High Level Meeting (HLM) serta Capacity Building Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) di Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Balikpapan, Senin (18/5).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat koordinasi antardaerah dalam menjaga stabilitas inflasi dan ketahanan pangan di Kaltim.
Bupati PPU Mudyat Noor mengatakan pengendalian inflasi saat ini tidak cukup hanya melalui pengawasan harga di pasar. Menurutnya, pemerintah juga harus memastikan distribusi dan ketersediaan bahan pokok tetap terjaga di masyarakat.
“Pengendalian inflasi tidak hanya bicara harga, tetapi memastikan barang tersedia di masyarakat. Karena itu gerakan pangan murah, operasi pasar, dan pengawasan distribusi terus kami lakukan secara berkelanjutan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, Pemkab PPU bersama TPID terus melakukan pemantauan terhadap sejumlah komoditas strategis melalui koordinasi lintas sektor.
Upaya tersebut dinilai membuahkan hasil positif setelah inflasi di Kabupaten PPU berhasil dijaga pada angka 0,33 persen.
Meski demikian, Mudyat mengingatkan seluruh pihak agar tetap waspada terhadap potensi tekanan inflasi baru akibat ketidakpastian global dan cuaca ekstrem yang dapat memengaruhi produksi maupun distribusi pangan.
“Maka, kerja sama antardaerah menjadi krusial agar intervensi pasar bisa dilakukan secara cepat, tepat, dan efektif saat terjadi gejolak,” katanya.
Sebagai salah satu daerah penyangga pangan di Kaltim, PPU saat ini juga terus memperkuat program ketahanan pangan lokal.
Langkah yang dilakukan antara lain pemanfaatan lahan pekarangan untuk tanaman pangan harian, penguatan cadangan pangan daerah, hingga pemberdayaan kelompok tani dan pelaku usaha pangan lokal.
Baca Juga: Banjir Kiriman dari Mahulu Rendam Kecamatan Tering, Jalur Poros Kubar-Mahulu Mulai Tergenang
Menurutnya, penguatan sektor pertanian dan distribusi pangan menjadi faktor penting untuk menjaga stabilitas harga sekaligus meningkatkan ketahanan pangan masyarakat.
“Ketahanan pangan harus dibangun dari daerah. Produktivitas pertanian dan kesiapan distribusi menjadi kunci agar masyarakat tidak terdampak gejolak harga,” tegas Mudyat.
Kegiatan tersebut juga dihadiri Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan PPU Hadi Saputro, Inspektur Inspektorat PPU Budi Santoso, serta Kepala Bagian Ekonomi Krisna Aditama.
Melalui HLM TPID tersebut, pemerintah daerah berharap koordinasi antardaerah semakin kuat dalam menghadapi potensi inflasi, terutama menjelang momentum meningkatnya kebutuhan masyarakat dan dinamika ekonomi nasional. (rd)
Editor : Romdani.