Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Beasiswa PPU 2026 Dipangkas Jadi Rp1,8 Miliar, Ribuan Mahasiswa Sudah Daftar

Ahmad Maki • Minggu, 24 Mei 2026 | 08:19 WIB
Staf Bagian Kesra Setda PPU, Boby, menjelaskan mekanisme dan kuota program Beasiswa PPU 2026 yang tahun ini mengalami penurunan anggaran. (AHMAD MAKI/KALTIM POST)
Staf Bagian Kesra Setda PPU, Boby, menjelaskan mekanisme dan kuota program Beasiswa PPU 2026 yang tahun ini mengalami penurunan anggaran. (AHMAD MAKI/KALTIM POST)

 

KALTIMPOST.ID, PENAJAM — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Penajam Paser Utara (PPU) mengalokasikan anggaran sebesar Rp1,892 miliar untuk program beasiswa tahun 2026. Jumlah tersebut turun drastis dibandingkan tahun lalu yang mencapai Rp4,5 miliar.

Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda PPU, Hendro Susilo, melalui stafnya, Boby, memastikan penurunan anggaran tidak menghentikan program kerja sama pendidikan yang selama ini berjalan.

Pendaftaran beasiswa resmi dibuka sejak 15 Mei 2026. Tahun ini, kuota penerima ditargetkan menyasar sekitar 300 mahasiswa dan pelajar.

“Sampai saat ini, berdasarkan data registrasi akun, total sudah mencapai 1.456 akun. Namun, belum semuanya melengkapi resume berkas permohonan. Update terakhir, sekitar 249 berkas sudah masuk dari semua kategori, 11 dinyatakan tidak sesuai, dan 80 telah diterima,” ujar Boby saat dikonfirmasi, Sabtu (23/5/2026).

Baca Juga: PON 2028 Berubah Total, Mampukah Kaltim Bertahan di 10 Besar Nasional?

Boby menjelaskan, program Beasiswa PPU 2026 dibagi menjadi tiga kategori utama, yakni stimulan, Nawa Sena, dan religi.

Untuk kategori stimulan, Pemkab PPU mengalokasikan anggaran sekitar Rp1 miliar. Bantuan ini menyasar mahasiswa berprestasi hingga santri dengan rincian bantuan sebagai berikut:

Sementara itu, kategori Nawa Sena mendapat alokasi anggaran sebesar Rp715 juta. Program ini diperuntukkan bagi masyarakat miskin, penyandang disabilitas, serta program khusus mahasiswa Universitas Gunadarma.

“Masyarakat miskin diberikan bantuan biaya UKT penuh yang nominalnya menyesuaikan besaran UKT di masing-masing universitas. Untuk disabilitas diberikan Rp5 juta per orang, sedangkan mahasiswa Gunadarma juga mendapat bantuan biaya UKT,” jelas Boby.

Adapun kategori religi mendapat alokasi anggaran sebesar Rp225 juta. Program tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi bagi para penghafal Alquran.

“Insentifnya mulai Rp500 ribu hingga Rp750 ribu untuk setiap juz yang dihafal,” katanya.

Baca Juga: LAPORAN KHUSUS: Luas Panen Padi di Kecamatan Sepaku PPU Terus Menyusut, Sawit dan Pembangunan IKN Kian Dominasi Lahan

Boby menambahkan, program beasiswa Pemkab PPU bersifat kompetitif setiap tahun. Penerima bantuan pada tahun sebelumnya tidak otomatis kembali menerima pada tahun ini karena seluruh peserta akan dievaluasi ulang berdasarkan nilai dan peringkat.

“Setiap tahun mereka berkompetisi. Kalau nilai tahun lalu tinggi, lalu tahun ini menurun, bisa saja tidak menerima lagi,” ucapnya.

Untuk syarat akademik, pendaftar dari rumpun eksakta wajib memiliki IPK minimal 3,00. Sedangkan non-eksakta harus memiliki IPK minimal 3,25.

Penilaian akhir dilakukan melalui sistem perankingan yang mempertimbangkan akreditasi fakultas, akreditasi program studi, hingga jenis jurusan, baik eksakta, non-eksakta, maupun vokasi.

Batas akhir pendaftaran kategori stimulan ditutup pada 10 Juni 2026. Sedangkan kategori Nawa Sena ditutup pada 10 Juli 2026.

Pemkab PPU juga membuka kemungkinan perpanjangan pendaftaran apabila kuota 300 penerima belum terpenuhi hingga tenggat waktu berakhir. (*)

Editor : Ery Supriyadi
#Beasiswa PPU 2026 #deadline beasiswa #pemkab ppu