Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Musim Angin Selatan Tiba, Nelayan PPU Tetap Melaut dengan Strategi Ini

Ahmad Maki • Senin, 25 Mei 2026 | 08:39 WIB
Nani Andriana, Kepala Bidang Perikanan Tangkap dan Perizinan Dinas Perikanan PPU, saat memberikan keterangan terkait aktivitas nelayan di musim angin selatan. (AHMAD MAKI/KALTIM POST)
Nani Andriana, Kepala Bidang Perikanan Tangkap dan Perizinan Dinas Perikanan PPU, saat memberikan keterangan terkait aktivitas nelayan di musim angin selatan. (AHMAD MAKI/KALTIM POST)

 

KALTIMPOST.ID, PENAJAM – Memasuki periode Mei hingga Juni, fenomena angin musim selatan mulai terdeteksi di perairan Penajam Paser Utara (PPU). Kondisi ini kerap memengaruhi aktivitas nelayan di laut lepas yang cenderung mengalami cuaca ekstrem.

Namun demikian, Dinas Perikanan (Diskan) PPU memastikan para nelayan lokal tetap dapat beraktivitas dan tidak mengalami kekosongan pekerjaan secara total.

Kepala Diskan PPU, Andi Trasodiharto, melalui Kepala Bidang Perikanan Tangkap dan Perizinan, Nani Andriana, menyampaikan bahwa masyarakat tidak perlu khawatir dengan datangnya musim angin selatan. Hal ini karena mayoritas nelayan di PPU memiliki kemampuan adaptasi yang baik terhadap perubahan cuaca.

Baca Juga: Kasus 'Dokumen Terbang' CV AJI, Kejati Kaltim Sudah Periksa Lebih dari 20 Saksi

“Nelayan di PPU tidak hanya bergantung pada satu jenis alat tangkap, sehingga masih bisa menyesuaikan diri,” ujar Nani, dikonfirmasi, Senin (25/5/2026).

Menurut Nani, dampak paling terasa dari angin selatan biasanya dialami nelayan pancing yang beroperasi di zona dua hingga empat mil laut. Pada kondisi tersebut, aktivitas penangkapan di wilayah tersebut memang tidak memungkinkan untuk dilakukan.

Meski demikian, para nelayan telah memiliki strategi dengan mengalihkan area tangkap ke wilayah di bawah dua mil laut atau sekitar pesisir.

“Tidak ada istilah berhenti total. Nelayan tetap bisa melaut di bawah dua mil dan biasanya menangkap udang serta kepiting,” jelasnya.

Sejumlah wilayah pesisir di PPU masih menjadi lokasi produktif bagi nelayan, seperti Jenebora, Mentawir, dan Gersik yang dikenal sebagai area tangkapan kepiting. Selain itu, kawasan Tanjung Jumlai juga masih aktif untuk penangkapan udang di sekitar garis pantai.

Baca Juga: Klausul Setoran 7 Hari Hilang, Sabaruddin Panrecalle Sebut Pergub Baru PI 10 Persen Migas Picu Ketidakjelasan Dana Daerah

Menariknya, kondisi angin selatan dengan gelombang yang lebih kuat justru menjadi berkah bagi sebagian nelayan. Aktivitas udang dan kepiting di pesisir disebut meningkat pada kondisi perairan tertentu.

Selain mengalihkan lokasi tangkap, Diskan PPU juga mencatat nelayan memanfaatkan waktu tersebut untuk melakukan perawatan alat tangkap. Sebagian lainnya mulai mengembangkan pekerjaan ganda melalui budidaya ikan.

“Sebagian nelayan kini juga mengembangkan budidaya ikan dengan sistem bioflok,” pungkas Nani. (*)

Editor : Ery Supriyadi
#perikanan tangkap #penajam paser utara #DINAS PERIKANAN PPU #angin selatan #nelayan PPU