KALTIMPOST.ID,PENAJAM-Dinas Ketahanan Pangan (Disketapang) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) merilis data terbaru mengenai perkembangan harga bahan pokok penting (bapokting) di wilayah PPU. Berdasarkan hasil monitoring per Selasa (26/5), komoditas cabai merah keriting mengalami lonjakan harga yang cukup signifikan, sementara sebagian besar kebutuhan pokok lainnya cenderung stabil bahkan mengalami penurunan.
Kepala Disketapang PPU, Mulyono, mengungkapkan bahwa kenaikan paling mencolok terjadi pada cabai merah keriting yang melesat hingga 17,20 persen. Komoditas ini kini menyentuh harga Rp 68,125 per kilogram, naik sebesar Rp 10.000 dibandingkan periode sebelumnya.
"Kenaikan cabai merah keriting dipicu oleh dinamika pasokan di pasar. Namun, untuk komoditas cabai lainnya seperti cabai rawit merah justru turun sebesar 2,08 persen menjadi Rp 88,125 per kilogram, dan cabai merah besar turun tipis ke angka Rp 69,125 per kilogram," kata Mulyono saat memberikan keterangan kepada media ini, Rabu (27/5).
Selain cabai merah keriting, kenaikan harga juga terjadi pada sektor bumbu dapur lainnya, yakni bawang merah yang naik 6,19 persen (naik Rp 2.857) menjadi Rp 49,000 per kilogram. Sebaliknya, harga bawang putih bonggol justru mengalami penyusutan yang cukup signifikan sebesar 6,37 persen, kini berada di harga Rp 35,714 per kilogram.
Untuk komoditas pangan utama seperti beras, Mulyono menjelaskan bahwa pergerakannya masih relatif aman dan terkendali. Beras premium mengalami penurunan harga sebesar 1,92 persen menjadi Rp 16,625 per kilogram.
Sementara beras medium mengalami kenaikan sangat tipis 0,45 persen di angka Rp 13,875 per kilogram, dan beras medium non-SPHP naik 0.97 persen menjadi Rp 14,857 per kilogram. Adapun Beras SPHP stabil di harga eceran tertinggi (HET) Rp 13,000 per kilogram.
Baca Juga: Kasus Gratifikasi Mantan Bupati Kukar Rita Widyasari, KPK Periksa Pejabat Kemenkeu
Kabar baik juga datang dari sektor protein. Harga daging sapi murni turun sebesar 4,69 persen (turun Rp 7.500) menjadi Rp 152,500 per kilogram. Daging ayam ras juga turun 3,90 persen menjadi Rp 37,000 per kilogram, disusul telur ayam ras yang turun 4,86 persen menjadi Rp 29,333 per kilogram.
Di sektor perikanan, ikan tongkol mencatatkan penurunan paling tajam hingga 14,58 persen menjadi Rp 34,167 per kilogram, meskipun ikan kembung terpantau naik 4,25 persen menjadi Rp 40,833 per kilogram.
Di sisi lain, beberapa komoditas penting dilaporkan bertahan di harga yang sama (stabil). Di antaranya adalah Kedelai Biji Kering Impor (Rp 11,800/kilogram), Tepung Terigu Kemasan (Rp 13,000/kilogram), Minyakita (Rp 15,700/liter), Garam Konsumsi (Rp 8,800/kilogram), serta Daging Kerbau Beku Impor yang ajek di angka Rp 115,000 per kilogram.
Mulyono menegaskan, Disketapang PPU akan terus melakukan pemantauan rutin di sejumlah pasar tradisional guna memastikan ketersediaan stok pangan serta menjaga agar fluktuasi harga tidak mengganggu daya beli masyarakat.
Baca Juga: Hari Anti Tambang 2026: JATAM Soroti 52 Nyawa Hilang di Lubang Tambang
"Secara umum, pasokan pangan di PPU masih sangat aman. Kami akan terus berkoordinasi dengan para agen dan distributor agar harga-harga yang mengalami kenaikan dapat segera mereda dan kembali normal," katanya.(*)
Editor : Thomas Priyandoko