Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

PPU Siapkan Strategi City Branding, Angkat Potensi Budaya Khas dan Kolaborasi Lintas Sektor

Ahmad Maki • Jumat, 29 Mei 2026 | 17:32 WIB
STRATEGI: Pemkab PPU menggelar Diseminasi Blueprint City Branding Kabupaten PPU yang dihelat di aula lantai tiga Kantor Bupati PPU, Jumat (29/5/2026). AHMAD MAKI/KP
STRATEGI: Pemkab PPU menggelar Diseminasi Blueprint City Branding Kabupaten PPU yang dihelat di aula lantai tiga Kantor Bupati PPU, Jumat (29/5/2026). AHMAD MAKI/KP

KALTIMPOST.ID, PENAJAM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Penajam Paser Utara (PPU) melalui Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan (Bapelitbang) PPU menggelar Diseminasi Blueprint City Branding Kabupaten PPU.

Kegiatan digelar di aula lantai tiga Kantor Bupati PPU, Jumat (29/5/2026). Kegiatan dihadiri, Bupati PPU, Mudyat Noor, Wakil Bupati PPU, Waris Muin, serta Sekretaris Daerah, Tohar.

Kegiatan ini untuk memperkuat pemahaman dan implementasi strategi city branding berbasis inovasi, potensi daerah, serta pengembangan identitas wilayah yang berdaya saing. Sekaligus bagian dari upaya mendorong pembangunan daerah yang adaptif, kreatif, dan berorientasi pada penguatan citra daerah.

Plt Kepala Bapelitbang PPU, Ade Rianto Embong Bulan, mengatakan bahwa fokus utama dari strategi ini adalah menyaring dan menentukan potensi mana saja yang paling menjual dan memiliki karakteristik unik.

Baca Juga: Festival Inovasi Desa PPU Digelar Besok, Pameran Produk hingga Konser Rakyat Siap Meriahkan Acara

"PPU ini punya banyak hal yang bisa ditawarkan, dilihat, dan dijual. Namun, dari segala macam potensi tersebut, kita harus memetakan mana yang memang memiliki ciri khas dan perbedaan dari daerah di sekitarnya," ujar Ade, ditemui usai kegiatan.

Selain menentukan titik-titik potensial, pemerintah daerah juga menekankan pentingnya melengkapi destinasi tersebut dengan infrastruktur dan fasilitas yang memadai. Salah satu kendala yang sering dihadapi wisatawan saat ini adalah aksesibilitas jalur perjalanan.

Untuk mengatasi hal tersebut, muncul wacana pembuatan paket wisata menggunakan kapal cepat (speedboat) demi memberikan kenyamanan dan efisiensi waktu bagi para pelancong.

“Paket ini direncanakan dapat langsung menghubungkan wisatawan ke destinasi unggulan, seperti Mangrove Kampung Baru. Mangrove Kampung Baru sendiri dinilai memiliki keunggulan komparatif yang luar biasa,” ujarnya.

Baca Juga: Festival Inovasi Desa PPU Digelar Besok, Pameran Produk hingga Konser Rakyat Siap Meriahkan Acara

Berdasarkan penilaian kementerian terkait, kawasan ini mendapat apresiasi positif karena ekosistemnya yang sangat variatif dan kawasannya yang masih murni berupa hutan mangrove. Berbeda dengan daerah lain yang umumnya sudah berdampingan dengan pemukiman warga.

Disinggung pembeda utama PPU dengan daerah lain selain wisata alam, Ade menegaskan bahwa PPU memiliki akar budaya dan adat istiadat yang sangat kuat. Faktor inilah yang akan menjadi komoditas pariwisata berdaya saing tinggi.

"PPU memiliki garis yang kuat dari sisi budaya dan adat. Potensi ini nilainya luar biasa jika dikorelasikan dengan jarak tempuh dari beberapa pusat perkembangan kota yang saat ini semakin dekat ke PPU. Selain budaya, sebagai pilar utama, PPU juga tetap akan memaksimalkan sektor wisata bahari (pantai), ecotourism (mangrove), wisata alam, hingga penangkaran rusa,” ucapnya.

Ia menyebutkan, dalam penyusunan dokumen ini, tim peneliti dan penyusun dokumen telah memetakan 12 sasaran pembangunan daerah. Dari jumlah tersebut, terdapat enam rekomendasi utama yang dinilai memberikan dukungan (support) paling besar terhadap perwujudan city branding di PPU.

Pimpinan daerah juga mengingatkan agar perencanaan ini tidak hanya terpaku atau menitikberatkan pada besaran anggaran daerah (APBD).

Baca Juga: Kakao Kutim Mulai Tembus Pasar Luar Daerah, Pengiriman Perdana Dijadwalkan Juni 2026

“Strategi yang diambil adalah dengan membuka ruang kolaborasi dan kemitraan seluas-luasnya bersama para pemangku kepentingan (stakeholder) serta pendana eksternal,” sebutnya.

Melalui peta jalan (roadmap) yang jelas, lanjut Ade, dokumen perencanaan ini nantinya akan menjadi panduan utama kolaborasi lintas perangkat daerah dan lintas stakeholder.

“Pemerintah daerah menargetkan implementasi dan pemetaan awal dari rencana aksi ini dapat dimulai pada tahun ini, memanfaatkan momentum peluang reviu dokumen perencanaan yang ada,” pungkasnya. (*)

Editor : Nugroho Pandu Cahyo
#city branding PPU #Mangrove Kampung Baru #wisata ppu #pemkab ppu #budaya PPU