Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Begadang Demi Air Bersih hingga Bertaruh Nyawa di Jalan Gelap, ini Respon Pemerintah PPU

Ahmad Maki • Senin, 1 Juni 2026 | 17:39 WIB
ATENSI: Tohar memberikan penjelasan teknis terkait mandeknya sejumlah layanan yang ada di PPU. IST/KP
ATENSI: Tohar memberikan penjelasan teknis terkait mandeknya sejumlah layanan yang ada di PPU. IST/KP

KALTIMPOST.ID, PENAJAM – Masalah klasik krisis air bersih dan minimnya Penerangan Jalan Umum (PJU) kembali dikeluhkan oleh masyarakat Kelurahan Gunung Seteleng, Kecamatan Penajam, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU).

Keluhan ini disampaikan langsung oleh warga di hadapan jajaran pemerintah daerah. Terutama kepada Bupati PPU, Mudyat Noor, saat kegiatan Safari Jumat di Masjid Al-Ikhlas pada Jumat (29/5/2026).

Sunarko, salah satu warga membeberkan bahwa distribusi air bersih dari PDAM di wilayahnya jauh dari kata lancar. Warga terpaksa harus terjaga hingga larut malam hanya untuk mendapatkan air.

"Kadang-kadang air PDAM baru mengalir jam 12 malam, itu pun kami harus bantu sedot pakai mesin pompa air. Bahkan tidak jarang yang keluar cuma angin," ungkap Sunarko.

Baca Juga: PMII Kutim Soroti Rentetan Kecelakaan Fatal di KPC, Minta Evaluasi Sistem Keselamatan Kerja

Tak hanya mengeluhkan seretnya pasokan, ia juga menyentil tarif air yang dirasa mahal dan tidak sebanding dengan kualitas pelayanan yang mereka terima selama ini. Ia berharap pemerintah daerah bisa segera memberikan solusi.

Di tempat yang sama, Ahmad, salah satu warga lainnya juga berujar, terkait minimnya lampu penerangan jalan di sejumlah titik strategis di Kelurahan Gunung Seteleng. Menurut Ahmad, kondisi jalanan yang gelap gulita di malam hari sangat membahayakan keselamatan warga yang melintas.

Merespon hal itu, Bupati PPU, Mudyat Noor menegaskan bahwa agenda Safari Jumat sengaja dirancang sebagai ruang dialog terbuka. Ia berkomitmen agar setiap keluhan warga bisa langsung didengar oleh dinas terkait.

Baca Juga: Kredit Investasi Jadi Penopang, Kontraksi Kredit UMKM Kaltim Mulai Mereda

"Melalui kegiatan ini kami ingin mendengar langsung apa yang menjadi persoalan di masyarakat. Karena itu kami membawa sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) agar persoalan yang disampaikan bisa langsung ditindaklanjuti," ujar Mudyat.

Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) PPU, Tohar, juga memberikan penjelasan teknis terkait mandeknya layanan air bersih.

Tohar mengakui bahwa masalah air di PPU merupakan persoalan menahun yang diwarisi sejak sistem pelayanan masih menginduk pada PDAM Tanah Grogot. Meski saat ini pengelolaan sudah mandiri, ia menyebut masih ada kendala teknis pada sistem jaringan distribusi.

"Kita akui memang ada persoalan. Beberapa titik sudah teridentifikasi mengalami kendala jaringan. Ke depan, perbaikan akan terus dilakukan agar pelayanan air bersih bisa menjangkau masyarakat secara menyeluruh," jelas Tohar.

Terkait keluhan jalan gelap, Tohar menjelaskan bahwa Pemkab PPU sebenarnya memiliki visi besar untuk membuka aksesibilitas dan konektivitas antarwilayah demi mendongkrak ekonomi warga.

Namun, khusus untuk sektor penerangan jalan, pemkab masih terganjal  kendala investasi infrastruktur dari pihak penyedia listrik.

"Kami sudah berkoordinasi dengan PLN. Ternyata ada wilayah yang jaringan listriknya belum memungkinkan karena keterbatasan investasi jaringan. Ini yang terus kita upayakan agar bisa segera teratasi," pungkasnya. (*)

Editor : Nugroho Pandu Cahyo
#Krisis air bersih PPU #Air PDAM PPU #Kelurahan Gunung Seteleng #Penerangan Jalan Umum PPU #Mudyat Noor