Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Pemkab PPU Salurkan BLT Rp1,6 Miliar untuk 405 KPM, Langsung Masuk Rekening 

Ahmad Maki • Selasa, 2 Juni 2026 | 16:48 WIB
BANTUAN: Simbolis penyerahan BLT diserahkan langsung oleh Mudyat Noor.  Kepada salah satu perwakilan KPM yang dihelat di Kantor Bankaltimtara Cabang Penajam, Selasa (2/6/2026).
BANTUAN: Simbolis penyerahan BLT diserahkan langsung oleh Mudyat Noor.  Kepada salah satu perwakilan KPM yang dihelat di Kantor Bankaltimtara Cabang Penajam, Selasa (2/6/2026).

PENAJAM– Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) melalui Dinas Sosial (Dinsos) menyalurkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) tahun anggaran 2026. Penyaluran bantuan ini merupakan tindak lanjut dari Instruksi Presiden Nomor 8 Tahun 2025 serta Peraturan Bupati Nomor 21 Tahun 2021 tentang Tata Cara Pemberian Hibah Bantuan Sosial.

Kepala Dinsos PPU, Ainie, menjelaskan bahwa pemerintah daerah diberikan ruang untuk memberikan bantuan sosial kepada masyarakat secara selektif, dengan tetap menyesuaikan kemampuan keuangan daerah.

"Secara selektif ini berproses untuk menentukan siapa sasaran penerima bantuan. Yaitu keluarga miskin dan rentan miskin yang diusulkan oleh pihak kelurahan dan desa di Kabupaten PPU," ujar Ainie, ditemui di ruangannya, Selasa (2/6/2026).

Menurutnya, masyarakat yang diusulkan adalah mereka yang benar-benar belum atau tidak menerima bantuan sosial lain, baik dari Kementerian Sosial (Kemensos) maupun Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa. Sepanjang prosesnya, Ainie menjabarkan, Dinsos PPU menerima sebanyak 743 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) usulan dari kepala desa dan lurah.
“Setelah dilakukan evaluasi awal, jumlah tersebut menyusut menjadi 518 keluarga,” sebutnya.

Tidak berhenti di situ, Dinsos kembali melakukan re-evaluasi ketat terhadap para calon penerima sebelum bantuan disalurkan. Dari re-evaluasi tersebut, yang memenuhi kriteria, mengerucut menjadi 407 keluarga.
“Setelah ditetapkan melalui keputusan kepala dinas, ternyata ada dua KPM yang meninggal dunia. Sehingga, total akhir yang kami salurkan menjadi 405 KPM," rincinya.

Dari total 405 KPM tersebut, sebanyak 191 KPM sudah memiliki rekening aktif. Sementara itu, 214 KPM lainnya baru dibuatkan rekening secara massal oleh Bank Kaltimtara. Berdasarkan data Dinsos PPU, sebaran 405 KPM tersebut meliputi Kecamatan Penajam sebanyak 274 KPM, Kecamatan Waru 36 KPM, Kecamatan Sepaku 54 KPM serta Kecamatan Babulu: 41 KPM.

"Mereka dikumpulkan untuk didaftarkan, langsung mendapat buku rekening, dan bisa mencairkan uangnya hari itu juga. Prosesnya bertahap di bank. Untuk wilayah Penajam, hari ini kuotanya 50 KPM, besok 80 KPM. Selebihnya tersebar di delapan cabang pembantu yang ada di PPU," bebernya.

Ia menjelaskan, setiap KPM menerima bantuan sebesar Rp270.000 per bulan yang dialokasikan selama 12 bulan (satu tahun). Nilai bantuan per bulan ini mengalami penyesuaian sebesar Rp30.000 dibandingkan periode sebelumnya yang mencapai Rp300.000. Untuk penyaluran tahap pertama ini, pencairan dialokasikan enam bulan sekaligus, yakni dari bulan Januari hingga Juni.

"Jadi hari ini setiap KPM menerima total Rp1.620.000," kata Ainie.

Secara keseluruhan, total anggaran yang digelontorkan pemerintah daerah untuk program BLT ini mencapai Rp1.678.320.000 untuk satu tahun. Ia menegaskan, penyesuaian ini diambil demi efisiensi dan menyelaraskan dengan kondisi finansial daerah. Ia juga memastikan bahwa seluruh proses penyaluran kini dilakukan secara non-tunai.

Diketahui, simbolis penyerahan BLT ini diserahkan langsung oleh Bupati PPU, Mudyat Noor. Penyerahan dilakukan di Kantor Bankaltimtara Cabang Penajam sebagai pihak penyalur, Selasa (2/6/2026).

Dalam sambutannya, Mudyat Noor, menyampaikan bahwa program tersebut merupakan komitmen Pemerintah Daerah dalam menjalankan instruksi Presiden RI, tentang optimalisasi pelaksanaan pengentasan kemiskinan dan penghapusan kemiskinan ekstrem.

Ia menjelaskan, sejak 2023, Pemkab PPU melalui Dinsos telah menjalankan sejumlah program bantuan sosial, di antaranya BLT Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem (PPKE), BLT Kemiskinan Daerah, bantuan permakanan bagi masyarakat terlantar, hingga bantuan alat bantu bagi penyandang disabilitas.

“Pemerintah PPU terus berupaya menjalankan berbagai strategi penanggulangan kemiskinan, baik melalui pengurangan beban pengeluaran masyarakat, peningkatan pendapatan masyarakat maupun penurunan kantong-kantong kemiskinan,” kata Mudyat Noor. (*)

Editor : Ismet Rifani
#Salurkan BLT #Kadissos PPU Ainie #pemkab ppu #Bupati PPU Mudyat Noor