Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Dinsos PPU Optimalkan Rumah Singgah untuk Warga Terlantar dan ODGJ, Akui Masih Minim Personel 

Ahmad Maki • Jumat, 5 Juni 2026 | 13:31 WIB
Ainie
Kepala Dinas Sosial PPU Ainie

KALTIMPOST.ID, PENAJAM – Memberikan pelayanan dan perlindungan sosial bagi masyarakat yang membutuhkan, Dinas Sosial (Dinsos) Penajam Paser Utara (PPU) terus mengoptimalkan keberadaan rumah singgah yang difungsikan untuk menampung warga terlantar hingga orang dengan gangguan jiwa (ODGJ).

Kepala Dinsos PPU Ainie menjelaskan bahwa rumah singgah ini diprioritaskan bagi siapa saja yang dinyatakan terlantar dan tidak memiliki tempat tinggal serta penghidupan yang layak di wilayah PPU, baik warga lokal maupun pendatang.

"Rumah singgah itu untuk menampung orang-orang terlantar yang menurut kami layak dibantu dan memang tidak punya apa-apa. Sepanjang prosesnya tidak ada yang mengurus, maka di situlah peran pemerintah untuk turun tangan," ujar Ainie, ditemui diruangannya, belum lama ini.

Baca Juga: Evaluasi Dua Bulan WFH dan WFO Berjalan, Efisiensi Tembus 800 Juta  

Berdasarkan data hingga Juni 2026, Dinsos PPU mencatat sedikitnya ada tiga kejadian menonjol terkait warga terlantar. Kasusnya pun beragam, mulai dari perantau yang telantar, warga yang meninggal dunia, hingga proses pemulangan ke daerah asal.

Ainie mencontohkan salah satu kasus yang terjadi bulan lalu, di mana satu keluarga perantau asal Sumatera yang terdiri dari suami, istri, dan dua anak terlantar di Penajam karena tidak mendapatkan pekerjaan.

Mereka sempat tinggal di sebuah pondok tanpa penghasilan untuk makan. Setelah menerima laporan dari petugas kelurahan dan desa, tim Dinsos langsung menjemput dan membawa keluarga tersebut ke rumah singgah.

“Selama 10 hari di rumah singgah, kebutuhan makan empat anggota keluarga tersebut dipenuhi tiga kali sehari. Salah satu anggota keluarga sempat ada yang sakit langsung kami bawa ke rumah sakit untuk mendapatkan pengobatan. Kemudian, kami berkoordinasi dengan Dinas Sosial daerah asal untuk memulangkan keluarga tersebut melalui jalur laut,” paparnya.

Baca Juga: Polres PPU Gulung Tujuh Pengedar, Sabu Dilarutkan ke Air Mineral hingga Disisipkan ke Teh Kotak

Selain warga luar daerah, lanjut Ainie, rumah singgah juga menampung warga lokal Penajam. Dinsos akan melakukan assessment (penilaian) dan pelacakan profil keluarga untuk kemudian mengembalikan warga tersebut ke pihak keluarga yang bertanggung jawab.

Tidak hanya warga terlantar secara ekonomi, Dinsos PPU juga menangani ODGJ dan warga lanjut usia (lansia). Untuk penanganan ODGJ, Ainie menyebutkan pihaknya menerapkan prosedur ketat melalui kerja sama dengan fasilitas kesehatan rumah sakit di Samarinda.

"ODGJ biasanya kita assessment dulu untuk memastikan kondisi kesehatannya. Kami bekerja sama dengan rumah sakit. Jika pihak rumah sakit menyatakan positif gangguan jiwa dan memerlukan perawatan intensif, maka akan kami rujuk ke rumah sakit di Samarinda," jelasnya.

Baru-baru ini, Dinsos PPU telah merujuk empat orang sekaligus ke Samarinda, yang terdiri dari tiga orang ODGJ dan satu orang warga jompo. Langkah ini diambil karena pihak keluarga mereka dinilai tidak mampu memberikan penanganan yang layak, bahkan beberapa di antaranya sempat mengganggu lingkungan sekitar. Meski pelayanan tetap berjalan maksimal, Ainie tidak menampik adanya kendala sarana dan prasarana.

“Terutama dalam hal kekuatan personel lapangan saat melakukan evakuasi dan pengantaran pasien,” ucapnya.

Menurutnya, sesuai standar prosedur, pengantaran satu orang ODGJ idealnya didampingi oleh sekurang-kurangnya dua orang petugas untuk mengantisipasi tindakan agresif atau perilaku liar di perjalanan.

"Jujur kami sempat kewalahan kemarin karena membawa empat orang sekaligus dengan sistem satu petugas menjaga satu pasien. Modal kami kemarin hanya percaya diri saja. Namun, alhamdulillah semua berjalan lancar tanpa kendala," ungkap Ainie.

Beruntung, Dinsos PPU didukung oleh fasilitas armada mobil Tim Reaksi Cepat (TRC) yang memadai. Mobil tersebut dilengkapi dengan sistem pengaman khusus, sehingga jika ada pasien ODGJ yang mengamuk di tengah jalan, mereka tetap aman di dalam mobil dan tidak membahayakan petugas maupun pengguna jalan lainnya. (*)

Editor : Duito Susanto
#orang dengan gangguan jiwa #warga terlantar #penajam paser utara #DINAS SOSIAL PPU #rumah singgah