Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Evaluasi Dua Bulan WFH dan WFO Berjalan, Efisiensi Tembus 800 Juta  

Ahmad Maki
Penulis: Ahmad Maki❯
Iwan Darmawan. (AHMAD MAKI/KP)
Iwan Darmawan. (AHMAD MAKI/KP)

Advertisement

 

PENAJAM - Setelah berjalan selama dua bulan, pelaksanaan sistem kerja dari rumah atau Work From Home (WFH) dan dari kantor (Work From Office atau WFO) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Penajam Paser Utara (PPU) menunjukkan hasil positif.

Kepala Bagian Organisasi Sekretariat Daerah, Pemkab PPU, Iwan Darmawan, menyebutkan bahwa kebijakan yang diadopsi dari edaran Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) terkait penyesuaian transformasi budaya kerja ini diklaim berhasil menekan pengeluaran daerah secara signifikan.

Advertisement

Berdasarkan laporan hasil evaluasi yang dihimpun dari setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD), kebijakan WFH dan WFO ini memicu efisiensi anggaran hingga ratusan juta rupiah.

"Alhamdulillah, terkait dengan keinginan untuk adanya efisiensi, itu ada. Dari total efisiensi penggunaan bahan bakar, telepon, dan listrik dengan data bulan Maret-April, kami melaporkan ada efisiensi sekitar Rp 800-an juta lebih," ujar Iwan, ditemui di ruang kerjanya, Kamis (4/6/2026).

Advertisement

Ia menjelaskan, bahwa data efisiensi untuk bulan Mei belum dapat dirilis secara terperinci mengingat tagihan rutin baru keluar setiap tanggal 5. Meskipun demikian, tren penurunan serapan anggaran operasional sudah terlihat jelas.

Ia juga menyebutkan, meskipun secara total anggaran mengalami efisiensi, Organisasi Sekretariat Daerah memberikan catatan khusus mengenai belanja Bahan Bakar Minyak (BBM) untuk kendaraan dinas operasional. Secara volume (liter), penggunaan BBM memang mengalami penurunan seiring berkurangnya mobilitas pegawai.

Namun, dari segi nilai nominal rupiah, pengeluaran justru membengkak akibat lonjakan harga bahan bakar non-subsidi di pasaran.

"Kendaraan dinas operasional mayoritas menggunakan mesin diesel yang otomatis membutuhkan Dex. Secara hitungan liter terjadi pengurangan, tetapi secara nominal rupiah bertambah karena kenaikan harga Dex yang mencapai Rp 26.000 per liter. Ini tentu berpengaruh ke anggaran," jelasnya.

Di sisi lain, jika merujuk pada hitungan energi secara nasional. Pengurangan mobilitas pekerja ini dinilai efektif menekan konsumsi energi publik. Skema ini serupa dengan penurunan penggunaan energi pada moda transportasi massal seperti commuter time akibat berkurangnya perjalanan bolak-balik pegawai.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Kaltim PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Heboh Lokasi Koperasi Merah Putih Dianggap Terisolasi, Kemenkop Buka Suara

Heboh Lokasi Koperasi Merah Putih Dianggap Terisolasi, Kemenkop Buka Suara

Kemenkop evaluasi Koperasi Desa Merah Putih yang dinilai terpencil. Lokasinya didekatkan ke sentra panen untuk serap cepat hasil bumi.

 Karhutla, DPR RI Minta Evaluasi Kinerja Menhut Raja Juli Antoni

Karhutla, DPR RI Minta Evaluasi Kinerja Menhut Raja Juli Antoni

Anggota Komisi XII DPR RI Ateng Sutisna mendesak evaluasi Menhut Raja Juli Antoni terkait karhutla berulang dan evaluasi total pencegahan.

Prabowo Gelar Pertemuan 3 Jam di Istana Bogor, Refleksi Dua Tahun Pemerintahan

Prabowo Gelar Pertemuan 3 Jam di Istana Bogor, Refleksi Dua Tahun Pemerintahan

Presiden Prabowo kumpulkan jajaran kabinet di Istana Bogor untuk refleksi 2 tahun pemerintahan dan geopolitik.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer